Budaya dan Pariwisata

Ikan Predator Serang Manusia di Waduk Cirata

Minggu, 1 Juni 2014 | 23:18 WIB - by Wen,www.tarungnews.com - 88.790 pembaca

Lintas Jabar,TarungNews.com - Perairan Waduk Cirata diduga terintroduksi sejenis ikan predator, gabus tomang (Channidae). Ikan pemangsa ini membuat cemas petani ikan jaring terapung (japung) karena kerap memangsa ikan yang dipelihara dalam japung.

Pernah dilaporkan gabus tomang tidak hanya memangsa ikan milik petani japung, tapi juga pernah menyerang manusia. Adalah Isah, warga Kampung Cibogo, RT 01/RW 07, Desa Margalaksana, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang mengalami luka robek pada bagian tangan setelah digigit gabus tomang.

"Waktu itu dia (Isah, red) sedang mencuci di atas rakit miliknya. Saat tangannya menyentuh permukaan air tiba-tiba seekor ikan gabus tomang berukuran besar muncul dari dalam air dan langsung menggigit tangannya sampai robek," kata Ketua Asosiasi Petani dan Budidaya Ikan Waduk Cirata (Aspindac), Sundaya di Cipeundeuy, belum lama ini.

Beruntung Isah tidak tercebur ke dalam air. Namun kejadian itu tak urung membuat petani japung dan masyarakat sekitar lebih waspada.

"Warga berupaya menangkap ikan tersebut dengan cara menggunakan jaring, tapi yang tertangkap ikan gabus yang ukurannya kecil. Sedangkan gabus tomang yang menyerang Isah ukurannya besar," ujarnya.

Warga tidak habis pikir mengapa ikan predator ini bisa masuk perairan Waduk Cirata. Sebab ikan gabus tomang bukan bagian habitat asli perairan Sungai Citarum yang menjadi penyuplai air utama bagi Waduk Cirata.

Menurut Sundaya, habitat asli ikan gabus tomang yaitu perairan Asia Tenggara mulai Thailand, Vietnam, Laos, Malaysia, serta pesisir utara Sumatra. Diduga keberadaannya di Waduk Cirata karena ada yang sengaja melepasnya hingga kemudian berkembang biak.

"Sikap agresifnya muncul ketika sedang hamil. Kemungkinan besar gabus tomang yang menyerang Isah juga jenis betina. Populasinya sangat cepat dan itu bisa dibuktikan dari kerap tertangkapnya ikan ini dengan jaring milik petani. Kalau menangkap dengan cara dipancing susah, tali pancing sering putus," ungkapnya.

Tak hanya itu, petani japung yang hendak memanen ikan pun pernah menemukan gabus tomang di dalam japung. Sundaya pernah mengalaminya sendiri ketika menangkap gabus tomang di dalam japung miliknya berbobot 3 kilogram.

"Tampaknya saat masih kecil, masuk ke dalam japung karena ikut makan pelet. Pastinya seiring dengan pertumbuhan, bukan lagi memakan pelet tapi juga memangsa ikan di dalam japung. Saat tubuhnya besar itulah, tak bisa keluar lagi," ungkapnya.

Berdasarkan kabar dari mulut ke mulut, ikan gabus tomang yang pernah ditemukan warga di perairan Waduk Cirata memiliki ukuran cukup fantastis. Panjangnya diperkirakan mencapai 1,5 - 2 meter dengan ukuran badan sebesar anak-anak.

"Banyak warga yang telah melihat keberadaan gabus tomang raksasa ini, tapi tidak ada satu pun yang berani menangkapnya. Mereka takut nasibnya sama seperti Isah, bukannya menangkap malah digigit," kata Sundaya.

Ikan bawal

Selain gabus tomang, ungkap Sundaya, perairan Waduk Cirata juga sudah terintroduksi ikan bawal. Sama halnya dengan ikan gabus, keberadaan bawal merugikan petani japung.

Ikan bawal bisa berada di Waduk Cirata karena terlepas dari japung milik petani asal Kabupaten Cianjur. Karena Waduk Cirata di Kabupaten Cianjur satu hamparan dengan KBB, sehingga ikan-ikan tersebut masuk ke perairan KBB, kemudian berkembang biak.

"Ikan bawal sering memangsa ikan kecil yang berda di dalam japung. Untuk masuk ke dalam japung terlebuih dulu merobek jaring dengan giginya yang kuat dan tajam. Baik bawal maupun gabus toman menjadi hama bagi petani japung," ujarnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) KBB, Adiyoto memaparkan, ikan bawal yang masuk melaui perairan di KBB berasal dari Kabupaten Cianjur. Diduga banyak ikan terlepas dari japung masuk ke perairan terbuka.

"Ikan bawal banyak dipelihara petani ikan Kabupaten Cinajur, tepatnya di daerah Jangari, Cikalong Kulon. Namanya juga satu hamparan, tentu ada yang berkeliaran ke peraiaran di KBB. Tapi sekarang bawal di KBB belum sampai tahap mengkhawatirkan seperti halnya di Cianjur," kata Adiyoto.GM/tarungnews.com

Editor : Wen,www.tarungnews.com