Daerah

Warga Ngeluh Masalah Infrastruktur dan Pelayanan

Rabu, 12 Desember 2018 | 01:14 WIB - by dg/rjs,tarungnews.com - 199 pembaca

Lintas Jabar,TarungNews.com - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) sejak 30 November hingga 11 Desember ini melakukan reses. Hasil dari jaring aspirasi anggota dewan ini kemudian akan dibawa ke sidang paripurna melalui fraksi masing-masing anggota sebagai bahan pertimbangan rencana pembangunan dalam RAPBD.

Dalam melaksanakan reses ketiga masa sidang tahun 2018 ini setiap anggota DPRD Jabar berkewajiban melakukan kegiatan jaring aspirasi di delapan titik pertemuan di daerah pemilihan mereka.

Tidak terkecuali bagi pimpinan DPRD Jabar, Ineu Purawadewi Sundari. Orang nomor satu di lembaga itu telah melakukan kegiatan resesnya di Linggar Jaya, Kabupaten Sumedang. Menurut politisi partai berlambang Banteng moncong putih ini mengharapkan, selama masa reses, anggota dewan semakin dekat secara psikologis dengan masyarakat di daerah pemilihannya.

“Selama melaksanakan kegiatan reses ini, tentunya anggota dewan ini akan lebih dekat dengan konstituennya,” ujar Ineu.

Selain itu, lanjut dia, Anggora dewan memiliki kewajiban untuk menyerap, menghimpun, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat daerap pemilihan. Permasalahan umum seperti perbaikan infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya harus direspons positif untuk kemudian dibahas secara komisional atau di kantor DPRD. 

Ketua Fraksi PKB Jabar, Oleh Soleh yang melaksanakan reses di Kecamatan Sukaratu, Kab Tasikmalaya, mengaku, mendapatkan aspirasi terkait dengan sanitasi, pelayanan kesehatan dan sektor pertanian yang perlu perlu perhatian serius.

“Utamanya Rumah Sakit Rujukan dari RSUD banyak yg tidak tertampung, sehingga adanya BPJS belum dirasakan manfaatnya secara utuh, karena  RS acap kali memandang sebelah mata bagi warga SKTM,” ujar Oleh Soleh.‚Ä®Aspirasi yang disampaikan warga dari seluruh anggota DPRD Jabar, mayoritas  mengeluhkan pelayanan perekaman E-KTP yang cenderung dipersulit. Selain itu, sarana kebersihan terutama Tempat Penampungan Sementara (TPS) belum ada di wilayah tersebut. Sehingga masyarakat meminta agar direalisasikannya sarana tersebut.

Bukan hanya itu. Fasilitas umum untuk kebutuhan air bersih juga belum tersedia. Warga berharap adanya reses dapat mengakomidir sarana yang dibutuhkan warga. Masalah infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan fasilitas umum lainnya turap/ saluran air

Lebih khusus, konstituen menginginkan perbaikan infrastruktur jalan desa yang notabenenya masih dikuasai oleh sebuah perusahaan. Padahal, jalan tersebut merupakan akses jalan masyarakat ke wilayah perkotaan di beberapa daerah kabupaten kota di Jabar. Selain itu, warga juga mengusulkan perbaikan gedung sekolah yang sudah rusak. Tidak terkecuali persoalan pengangguran yang cukup banyak di kawasan tersebut. Karena itu, warga mengharapkan adanya hasil konkrit dari reses tersebut.

Adanya bantuan permodalan untuk mengembangkan bidang pertanian, khususnya dikembangkan oleh  kalangan muda-mudi yang sama sekali tidak memiliki kesempatan mendapatkan pekerjaan. Hal itu bertujuan mengurangi tingkat pengangguran. Tidak terkecuali masalah fasilitas umum seperti tempat penampungan sampah sementara atau bak sampah diusulkan oleh warga. Selain Itu, perbaikan dan penambahan gedung sekolah sebagai sarana pendidikan bagi masyarakat sekitar.

Warga juga mengeluhkan masih adanya praktik bank keliling yang cukup meresahkan. Perbaikan infrastruktur jalan desa dan fasilitas bak sampah. Selain itu yang mendesak di kalangan pemuda ialah bantuan permodalan maupun pelatihan untuk peternakan.

Beberapa persoalan tersebut diatas mencuat diutarakan masyarakat pada umumnya. Masalah yang berkatian dengan kepentingan masyarakat banyak tentu harus diprioritaskan. Tidak terkecuali persoalan-persoalan yang sudah ditampung melalui kegiatan reses ketiga ini.

dg/rjs,tarungnews.com