Daerah

Irfan: Pembangunan RKB Harus Maksimal

Rabu, 3 April 2019 | 23:33 WIB - by dg/rjs,tarungnews.com - 134 pembaca

Lintas Jabar,TarungNews.com - Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggelar Hearing Dialog dengan Kepala Sekolah SMA/SMK se-Kota Depok dan Pemerhati Pendidikan dengan tema “Upaya Antisipasi Pelaksanaan PPDB Tahun 2019 Sesuai dengan Permendikbud No 51 Tahun 2018” bertempat di Hotel Bumi Wiyata, Kota Depok, Senin (1/4/2019).

Dalam acara itu narasumber Pimpinan DPRD Provinsi Jabar Irfan Suryanagara, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jabar, serta unsur pendidikan Kota Depok.

Pimpinan DPRD Provinsi Jabar, Irfan Suryanagara menilai, kompleksnya persoalan pendidikan di Kota Depok mengakibatkan tidak tertampungnya lulusan SMP.

Dari jumlah 27.000 lulusan SMP 7.000 diantaranya tidak dapat tertampung. Salah satu faktor yang mempengaruhi permasalahan tersebut, menurut Irfan,  adalah kurangnya jumlah ruang kelas di Kota Depok.

Oleh karena itu, pihaknya berencana akan memaksimalkan penambahan ruang kelas baru (RKB) di Kota Depok sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami akan mengusulkan ruangan kelas baru, ruang kelas maksimal ternyata menurut dinas maksimalnya dua belas dan rata-rata masih ada yang sembilan. Kita akan maksimalkan dua belas, setelah maksimal dan masih juga tidak mampu, baru kita bangun (sekolah baru),” kata Irfan kepada wartawan.

Irfan menambahkan, selain memprioritaskan penambahan RKB pihaknya akan mempersipakan regulasi terkait pemberian bantuan kepada murid tidak mampu di jenjang SMA/SMK. “Bagaimana memberikan subsidi kepada siswa miskin di SMA, yang sebelumnya di Kota Depok diberikan sekarang beralih ke provinsi tidak ada. Termasuk bagaimana sekolah swasta yang ketika sekolah negeri ditambah mereka harus diperhatikan,” katanya.

Terkait dengan persoalan kondisi minimnya minat masyarakat terhadap sekolah swasta, Irfan merencanakan pihaknya akan segera melakukan pertemuan dengan Forum Kepala Sekolah Swasta (FKSS) di Jabar untuk mencari tahu permasalahan yang dialami oleh SMA/SMK swasta di Jabar. “Terkait dengan sekolah swasta ini kita akan evaluasi dan pelajari lebih mendalam, kita akan rencanakan melakukan pertemuan dengan FKSS. Karena kita ingin tahu apa sebenarnya permasalahan yang dihadapi oleh sekolah-sekolah swasta di Jabar,” ujarnya.

Lebih lanjut Irfan berharap, permasalahan PPDB dari tahun ke tahun terus berulang ini dapat segera terselesaikan, dengan solusi yang telah didapatkan dari aspirasi dan masukan para unsur pendidikan di Jabar.

”Kita harus segera memaksimalkan ruangan kelas baru, kita akan ubah SK Gubernur lalu membangun sekolah baru. Kami berharap ini dapat segera dilakukan,” pungkasnya.

dg/rjs,tarungnews.com