Daerah

Komisi V Minta Disdik Jabar Lakukan Sosialisasi dan Simulasi PPDB 2019

Selasa, 30 April 2019 | 03:05 WIB - by rjs/sein,tarungnews.com - 137 pembaca

Lintas Jabar,TarungNews.com - Setiap tahun pelaksanan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) para orang tua calon siswa merasakan kegalauan, khawatir anaknya tidak dapat masuk sekolah Negeri. Kegalauan para ortu cukup wajar karena aturan yang diterapkan selalu berubah-ubah dari tahun sebelumnya, ditambah lagi minimnya sosialiasi.

Ketua Komisi V DPRD Jabar H. Syamsul Bachri, SH, MM mengatakan setiap pelaksanaan dan pasca PPDB, DPRD Jabar khususnya Komisi V, kebanjiran aspirasi dan keluhan atas berbagai permasalahan dari para orang tua calon siswa yang anaknya tidak dapat diterima di sekolah negeri.

Untuk itu, pada PPDB tahun ini, semua permasalahan PPDB yang terjadi ditahun sebelum jangan sampai terulang kembali pada PPDB 2019 ini, tegas Ketua Komisi V Syamsul Bachri dalam rapat kerja dengan Dinas Pendidikan Jabar membahas draft Peraturan Gubernur (Pergub) PPDB 2019, diruang rapat Komisi V DPRD Jabar.

Ketidak tahuan/ketidak pahaman masyarakat terhadap aturan dan prosedur PPDB tentunya tidak terlepas dari masih kurangnya sosiliasasi oleh pihak Disdik Jabar. Untuk itu, agar permasalahan PPDB tidak terus terulang, pihak Disdik Jabar harus dan wajib hukumnya melakukan sosialiasi Pergub dan simulasi secara masif dan berkualitas. Sehingga para orang tua yang anaknya tahun ini akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK, sudah tahu dan memahami aturan main PPDB 2019.

Dalam melakukkan sosialisasi dan simulasi PPDB harus melibatkan siswa kelas IX dan para orangnya. Hal ini penting, agar para orang tua tahu dan tidak memaksakan kehendaknya, ujarnya.

Sedangkan terkait simulasi, Komisi V minta pihak Disdik Jabar mensimulasikan terkait perhitungan Jalur Zonasi, Prestasi dan Pindahan. Sehingga dapat diketahui berapa banyak sekolah yang bersangkutan dapat menerima siswa baru melalui jalur Zonasi, Prestasi dan Pindahan. Hal ini penting, jangan sampai yang mendaftar melalui jalur prestasi banyak tapi tidak terakomodir, ujarnya.

Syamsul juga menghimbau kepada para orang tua yang tahun ini anaknya masuk SMA/SMK agar dipahami betul aturan main PPDB, agar tidak terjebak permainan orang per orang/ oknum-oknum tertentu yang menjamin dapat memasukan anaknya ke sekolah favorit. Itu tidak ada. Untuk itu, Komisi V akan memantau semua selama pelaksanaan PPDB 2019, tegasnya.

Sedangkan untuk pihak DisdikJabar, Syamsul minta agar Disdik Jabar harus menerapkan aturan sesuai dengan kewenangannya, sebagaimana telah diatur dalam Permendikbud No 18 tahun 2018. Jadi jangan membuat hal-hal kemuningkinan terjadi sesuatu yang menimbulkan permasalahan dikemudian hari, tandasnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Disdik Jabar, Dewi Sartika , mengatakan, pihaknya tengah penyusun draft Pergub PPDB 2019, untuk itu, sebelum kita sampaikan ke pak Gubernur, kita minta saran dan masukan dari Komisi V DPRD Jabar.

“Disdik Jabar siap melakukan sosialisasi dan simulasi secara masif dan berkualitas kepada para peserta didik kelas IX dan kepada orangtuanya, agar dapat memahami dan mengerti akan jalur penerimaan PPDB 2019”, kata Kadisdik Jabar

Sebagaimana permintaan Pak Gubernur, bahwa kegiatan sosialisasi yang dirangkai dengan simulasi jalur Zonasi, Jalur Prestasi dan Jalur Pindahan secara masif dan berkualitas harus melibatkan siswa kelas IX dan ortunya. Untuk itu, kita akan libatkan siswa kelas IX dan ortunya. Karena biasanya terjadi kegaduhan di setiap PPDB terjadi akibat kekurang mengertian para ortu calon siswa dalam menterjemahkan aturan PPDB, ujar Dewi Sartika.

Lebih lanjut Kadisdik Jabar menjelaskan, dalam simulasi , kita akan jelaskan maksud Jalur Zonasi (90%), Jalur Prestasi (5%) dan Perpindahan (5%).

Selain itu, dalam melakukakn sosialisasi dan simulasi PPDB, Disdik Jabar akan melibatkan Media Massa ( Cetak, Elektronik dan Media Online). " Mohon dukungan dan kerjasama rekan-rekan wartawan agar PPDB 2019 berjalan lancar tanpa permasalahan, harapnya.

rjs/sein,tarungnews.com