Internasional

Semenanjung Korea Memanas, AS-Korsel Gelar Latihan Perang

Selasa, 5 Desember 2017 | 03:28 WIB - by Vie,tarungnews.com - 360 pembaca

Jakarta,TarungNews.com - Ketegangan di Semenanjung Korea memunjang sejak akhir pekan lalu. Jet-jet tempur siluman milik Amerika Serikat mulai berdatangan untuk mengikuti latihan perang bersama Korea Selatan. Retorika perang pertama dilontarkan Korea Utara, Sabtu (2/12).

Kementerian Luar Negeri Korut menyatakan Presiden AS Donald Trump "mengemis perang nuklir" lewat "pertaruhan nuklir yang sangat berbahaya di Semenanjung Korea." Sehari kemudian, Minggu (3/11), surat kabar pemerintah Korut Rodong Sinmun, menyatakan latihan perang AS-Korsel yang digelar mulai Senin (3/12) hingga Jumat adalah provokasi berbahaya yang mendorong kawasan di tubir perang nuklir.

Dari sisi Amerika Serikat, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih MR McMaster menyatakan kemungkinan perang berkecamuk di Semenanjung Korea terus meningkat dari hari ke hari. "Ada cara-cara untuk mengatasi masalah ini selain konflik bersenjata, tapi hal itu saling berpacu karena dia kian mendekat dan tidak banyak waktu tersisa," kata McMaster merujuk pada pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un seperti dilaporkan CNN.

McMaster menjawab pertanyaan soal apakah peluncuran rudal balistik antar benua oleh Korea Utara, Selasa pekan lalu meningkatkan kemungkinan meletusnya perang di Semenanjung Korea. Latihan perang tahunan AS-Korsel, yang dinamakan "Vigilant Ace" digelar mulai Senin (3/12) hingga Jumat (8/12).

Enam jet tempur tercanggih AS, F-22 Raptor ikut dalam latihan tempur tersebut. Selain F-22 Raptor, pesawat tempur F-35 juga turut berpartisipasi sehingga juru bicara Angkatan Udara Amerika Serikat menyebutnya sebagai partisipasi jet tempur generasi kelima terbesar dalam latihan perang AS-Korsel.

Sekitar 12 ribu personel militer AS, termasuk Marinir dan Angkatan Laut akan bergabung bersama pasukan Korea Selatan. Media Korea Selatan melaporkan pesawat pengebom B-1B Lancer juga turut dalam latihan tempur pekan ini. Namun juru bicara Angkatan Utara Amerika Serikat tidak dapat memastikan laporan itu. (nat)

Sumber : CNN Indonesia

Vie,tarungnews.com