Internasional

Jasad Khashoggi Diduga Diselundupkan Dalam Koper Keluar Turki

Rabu, 21 November 2018 | 00:35 WIB - by Dar,tarungnews.com - 131 pembaca

Jakarta,TarungNews.com - Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar menduga jasad Jamal Khashoggi, wartawan pengkritik Raja Salman, telah dibawa keluar negara itu. Dia menduga jenazah sang jurnalis itu diselundupkan menggunakan koper oleh para pembunuhnya.

"Salah satu kemungkinan adalah mereka (pelaku) meninggalkan Turki tiga sampai empat jam setelah pembunuhan terjadi. Mereka mungkin telah membawa jasad Khashoggi yang terpotong-potong dalam koper tanpa menghadapi masalah karena memiliki kekebalan diplomatik," ucap Akar saat berbicara di sebuah konferensi internasional di Halifax, Kanada, seperti dikutip CNN Turki, Senin (19/11).

Pembunuhan Khashoggi di konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu masih menjadi teka-teki. Hingga kini, aparat Turki belum bisa menemukan jasad koresponden The Washington Post itu.

Turki menuturkan Khashoggi tewas dicekik tak lama setelah memasuki gedung konsulat. Otoritas Turki juga tengah menilik kemungkinan jasad Khashoggi telah dipotong-potong dan dihancurkan menggunakan suatu cairan asam.

Dikutip Reuters, jaksa penuntut umum Saudi, Shalaan al-Shalaan membenarkan jasad Khashoggi dimutilasi. Dia memaparkan jenazah lalu dikeluarkan dari gedung konsulat dan diserahkan kepada agen setempat yang tidak dikenal.

Pada Kamis pekan lalu, Shalaan menuturkan jaksa Saudi telah mendakwa lima orang tersangka pembunuhan Khashoggi dengan hukuman mati. Lima dari 21 tersangka itu disebut memerintahkan dan melakukan pembunuhan tersebut.

Shalaan juga menuturkan 11 dari 21 tersangka saat ini telah didakwa dan akan dirujuk ke pengadilan. Sementara itu, otoritas Saudi masih memeriksa sejumlah tersangka lainnya.

Meski begitu, Turki melalui menteri luar negerinya, Mevlut Cavusoglu, merasa tidak puas mendengar pernyataan Shalaan tersebut.

Tak hanya mendesak Saudi mengungkapkan lokasi keberadaan jasad Khashoggi, mereka juga mendesak supaya para tersangka diadili di Turki.

Sementara itu, Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) dilaporkan sudah menarik simpulan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

CIA menarik simpulan ini setelah menggali berbagai sumber intelijen, termasuk panggilan telepon antara Khashoggi dengan saudara Putra Mahkota yang juga menjabat sebagai Duta Besar Saudi untuk AS, Khalid bin Salman.

Dalam percakapan tersebut, Khalid mengatakan kepada Khashoggi bahwa wartawan itu harus pergi ke konsulat Saudi di Istanbul untuk mengambil dokumen yang dibutuhkan. Khalid menjamin segalanya akan aman ketika Khashoggi datang ke konsulat.

Meski demikian, Presiden Donald Trump menilai kesimpulan CIA itu terlalu prematur dan menginginkan laporan lengkap badan intelijennya itu terkait kasus ini.

Trump juga mengaku tidak ingin mendengarkan rekaman suara pembunuhan Khashoggi yang telah diberikan Turki ke sejumlah negara sebagi bagian dari penyelidikan.

Meski ditekan untuk menghukum Saudi, Trump lebih memilih menempatkan negara kaya minyak itu sebagai sekutu dekat AS. (rds/ayp)

Sumber : CNN Indonesia

Dar,tarungnews.com