Nasional

Suap Rp 16,182 Miliar Untuk Memuluskan Proyek Meikarta

Jumat, 28 Desember 2018 | 23:50 WIB - by rjs,tarungnews.com - 235 pembaca

Lintas Jabar,TarungNews.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yadyn, menyebut Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Kepala Dinas PUPR Jamaludin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daryanto Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sahat Maju Banjarnahor, kepala DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati,  diduga telah menerima uang sua‎p dengan total 16,186 miliarrupiah, terkait proses perizinan proyek Meikarta.

Hal tersebut terungkap sangat jelas dan terang benderang pada persidangan yang di gelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Jln RE Martadinata Bandung Rabu (19/12/2018) dengan agenda sidang pembacaan dakwaan.

Dalam rincian surat dakwaan yang di bacakan JPU, Yadyn dari KPK, terungkap total uang suap yang diberikan kepada Bupati Bekasi dan sejumlah ASN di Pemkab Bekasi, mulai dari kepala dinas hingga kepala bidang. Yang seluruhnya berjumlah Rp 16,182 miliar dan 270.000 dolar Singapura, dengan rincian sebagai berikut.

-  Kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, menerima uang senilai Rp 10,83 miliar dan SGD 90 ribu.

-  Kepala DPMPSP Dewi Tisnawati menerima uang  senilai Rp 1 miliar dan SGD 90 ribu

-  Kepala Dinas PUPR, Jamaludin menerima uang senilai Rp 1,2 miliar dan SGD 90 ribu,

-  Kepala Dinas Damkar, Sahat Maju Banjarnahor menerima uang senilai Rp 952 juta,

-  Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Neneng Rahmi Nurlaili menerima uang senilai Rp 700 juta,

-  Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daryanto menerima uang senilai Rp 300 juta.

-  Kepala Bidang Bangunan Umum Dinas PUPR Tina Karini Suciati Santoso menerima uang senilai Rp 700 juta

-  Kepala Bidang Tata Ruang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkab Bekasi, E Yusuf Taufik menerima uang senilai Rp 500 juta.

JPU, menilai, pemberian uang suap tersebut terkait proses perizinan proyek Meikarta mulai dari pemberian izin IPPT hingga izin lingkungan dalam proyek pendirian properti Meikarta di lahan seluas 438 hektare yang dibagi dalam tiga tahap.

Tahap pertama 143 hektare, tahap kedua 193 hektare, dan tahap ketiga 101,5 hektare, proyek Meikarta dengan konsep hunian berupa apartemen dan komersial.

Dalam kasus suap ini empat orang dari pengembang Meikarta dijadikan terdakwa, Bily Sindoro, Taryudi, Fitradjaja Purnama, dan Henry Jasmen. Mereka didakwa dalam tiga pasal.

Pertama, Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana dalam dakwaan; kedua, Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana; dan ketiga, Pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan di ancam kurungan penjara maksimal 5 Tahun.

Rjs,tarungnews.com