Nasional

Sejumlah Pejabat Penting di Sebut Dalam Persidangan Suap Proyek Meikarta

Rabu, 16 Januari 2019 | 01:55 WIB - by rjs,tarungnews.com - 279 pembaca

Lintas Jabar,TarungNews.com – Sidang lanjutan kasus suap perizinan proyek meikarta dengan terdakwa Billy Sindoro kembali di gelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Senin (14/1/2019). Sidang di pimpin oleh majelis hakim Judijanto, menghadirkan Bupati Bekasi nonaktif, Neneng Hasanah Yasin, sebagai saksi untuk terdakwa Billy Sindoro.

Dalam kesaksian Bupati Bekasi nonaktif, Neneng Hasanah Yasin, menyebut nama beberapa pejabat seperti Mendagri Tjahjo Kumolo, serta nama Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa.

Ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK Taufik Ibnugroho, mempertanyakan perihal pengurusan Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) Meikarta kepada Pemprov Jabar, Neneng menyebut nama Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa dan Mendagri Tjahjo Kumolo. Menurut Neneng, Mendagri sempat meminta agar dirinya membantu perizinan proyek Meikarta.

Lalu neneng menyebut nama Iwa Karniwa Sekda Jabar, meminta uang sebanyak Rp 1 miliar untuk memuluskan perizinan Meikarta. "Saya dengar Neneng Rahmi (Kabid Tata Ruang PUPR  Bekasi), Iwa Sekda (Jabar) minta Rp 1 miliar," ujar Neneng, dalam kesaksianya di persidangan Pengadilan Tipikor Bandung.

Menurut Neneng tidak tahu secara detail perkara permintaan uang tersebut. Neneng Rahmi menceritakan hal tersebut saat keduanya bertemu di rumahnya. Neneng juga mengaku tak tahu menahu dari mana uang itu berasal. "Saya enggak begitu detail. Tapi Neneng Rahmi bilang ada pemberian Rp 1 M kepada Sekda," ungkap Neneng kepada JPU.

Pada sidang sebelumnya terungkap, Dalam rincian surat dakwaan yang di bacakan JPU, Yadyn dari KPK,  total uang suap yang diberikan kepada Bupati Bekasi dan sejumlah ASN di Pemkab Bekasi, mulai dari kepala dinas hingga kepala bidang. Yang seluruhnya berjumlah Rp 16,182 miliar dan 270.000 dolar Singapura.

Rjs,tarungnews.com