Nasional

Giliran Neneng Hasanah Yasin Cs, Jalani Sidang Kasus Suap Perizinan Proyek Meikarta

Jumat, 1 Maret 2019 | 18:55 WIB - by rjs,tarungnews.com - 150 pembaca

Lintas Jabar,TarungNews.com – Setelah Billi Sindoro terdakwa suap perizinan mega proyek Meikarta di tuntut Jaksa KPK  dengan hukuman pidana selama 5 tahun penjara dan denda sebersar 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Terdakwa Billy Sindoro terbukti secara sah dan meyakinkan secara bersama-sama dan berlanjut sebagaimana dakwaan kedua  Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Persidangan kali ini menghadirkan Bupati non aktif Neneng Hasanah Yasin,  Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi, Jamaludin. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Pemkab Bekasi, Dewi Tisnawati.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi, Sahat Maju Banjarnahor. Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi, Neneng Rahmi Nurlaili, sidang kasus suap perizinan mega proyek Meikarta dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap lima pejabat Pemkab Bekasi. Mereka diduga menerima total uang dari pengembang proyek Meikarta sebesar Rp 16 miliar dan SGD 270 ribu hal tersebut di ungkap Jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi saat membacakan dakwaan terhadap lima penajabat bekasi di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (27/2/2019).

Kelima pejabat Bekasi tersebut di dakwa menerima uang dengan nominal berpareasi dari pengembang mega proyek Meikarta dengan tujuan untuk memuluskan perizinan.

-         Neneng Hasanah Yasin sebagai Bupati Bekasi waktu itu menerima uang Rp 10.830.000.000 ditambah SGD 90 ribu .

-         Jamaludin di sebut menerima uang suap sebesar Rp 1,2 miliar

-         Dewi Tisnawati menerima suap sebesar Rp 1 miliar dan 90 ribu SGD

-         Sahat Maju Banjarnahor menerima suap sebesar Rp 952.020.00

-         Neneng Rahmi Nurlaeli di sebut menerima suap sebesar Rp 700 juta

Pemberian uang suap tersebut di lakukan mulai pada Bulan Juni 2017 oleh terdakwa dari pengembang mega proyek Meikarta yaitu Billy Sindoro, Taryudi, Fitradjaja Purnama, serta Henry Jasmen P Sitohang.

Atas perbuatannya tersebut menurut Jaksa KPK, Bupati dan pejabat Pemkab Bekasi didakwa melanggar Pasal 12 huruf a dan/atau Pasal 12 huruf b dan/atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Dalam sidang tersebut, kelima terdakwa memutuskan untuk tidak mengajukan eksepsi. Dengan demikian, Majelis Hakim menyatakan persidangan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi pada pekan depan.

Rjs,tarungnews.com