Rabu, 21 Agustus 2019 | 16:14 WIB



Nasional

Kronologi Penangkapan Bowo Sidik Pangarso Oleh KPK

Minggu, 31 Maret 2019 | 23:39 WIB - by Dar,tarungnews.com - 126 pembaca

Jakarta,TarungNews.com -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepada delapan orang, Rabu (27/3/2019) sampai Kamis (28/3/2019) terkait pelaksanaan kerja sama pengangkutan pupuk milik PT.Pupuk Indonesia dengan PT Humpus Transportasi Kimia.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers, di Gedung KPK Jakarta, Kamis (28/3/2019), menurut Basaria Tim KPK pertama kali menangkap Marketing Manager PT Humpus Transportasi Kimia, Asty Winasti dan Karyawan PT Inersia, bernama Idung Rabu (27/3/2019) sore, lalu KPK mendapat informasi Asty bakal menyerahkan uang kepada Idung, di kantor PT Humpus Transpormasi Kimia, Gedung Granadi, Jalan HR Rasuna Said, Idung diduga menerima uang senilai Rp 89,4 juta, penyerahan uang tersebut merupakan realisasi penerimaan ketujuh yang telah menjadi komitmen sebelumnya, kata Basaria menjelaskan.

Idung merupakan orang kepercayaan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso.

Selanjutnya setelah menciduk dua orang, tim penindakan dari KPK menangkap Head Legal PT Humpuss Transportasi Kimia, Selo; Bagian Keuangan PT Inersia, Manto; dan seorang sopir Idung.

Usai mengamankan tiga orang itu, tim KPK menangkap sopir Bowo Sidik di apartemen di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, sekitar pukul 16.30 WIB. Dari lokasi yang sama, turut diamankan Siesa Darubinta pihak swasta.

Mereka kemudian dibawa ke Kantor KPK untuk proses pemeriksaan lebih lanjut, ujar Basaria.

Basaria menyatakan setelah mengamankan beberapa orang, pihaknya meminta Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Logistik, Ahmadi Hasan dan Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia Logistik Achmad Tossin datang ke Kantor KPK, Jakarta, malam hari.

Selanjutnya, kata Basaria tim KPK menelusuri keberadaan Bowo. Tim KPK baru menangkap Bowo sekitar pukul 02.00 WIB, di rumahnya. Bowo langsung dibawa ke markas KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Karena diduga penerimaan-penerimaan sebelumnya disimpan di sebuah lokasi di Jakarta, maka tim bergerak menuju sebuah kantor di Jakarta untuk mengamankan uang sekitar Rp8 miliar, kata Basaria.

Setelah melakukan pemeriksaan 1x24 jam, KPK lantas menetapkan Bowo, Idung, dan Asty sebagai tersangka suap terkait pelaksanaan kerja sama pengangkutan pupuk milik PT Pupuk Indonesia dengan PT Humpuss Transportasi Kimia. KPK menduga Bowo Sidik sedang mengumpulkan uang untuk 'serangan fajar' pemilu 2019.  

Dar,tarungnews.com