Nasional

20 Orang Anggota DPRD Bekasi Jadi Saksi Sidang Suap Proyek Meikarta

Selasa, 2 April 2019 | 03:48 WIB - by rjs/ferr,tarungnews.com - 99 pembaca

Lintas Jabar,TarungNews.com – Sidang lanjutan kasus suap mega proyek Meikarta kembali di gelar di Pengadilan Tipikor Bandung Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung Senin (1/4/2019), dalam persidangan kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK, menghadirkan 20 orang saksi dari DPRD Bekasi.

Sebelumnya para anggota dewan yang terhormat tersebut, telah mengembalikan uang ke KPK karena di duga menerima fasilitas pelesir ke Negara Thailand.

Hadir dalam persidangan tersebut para terdakwa Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin, Kadis PUPR Pemkab Bekasi Jamaludin, Kadis Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor, Kadis PMPTSP Pemkab Bekasi Dewi Tisnawati, dan Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi Neneng Rahmi, Mereka didakwa menerima suap dari Lippo Group terkait perizinan mega proyek Meikarta.

Dalam persidangan tersebut terungkap, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi Nurlaili, mengakui telah memberikan sejumlah uang kepada pimpinan dan anggota dewan dengan total mencapai Rp1,4 miliar. Uang tersebut untuk pembahasan pengurusan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) proyek Meikarta.

Permintaan sejumlah uang dari anggota DPRD Bekasi, atas perintah Pak Henry Lincoln, saya memenuhinya dengan memberikan uang sejumlah Rp 1,miliar, ujar Neneng Rahmi Nurlaili dalam kesaksianya di persidangan.

Pemberian uang tersebut menurut Neneng, di lakukan melalui empat tahap : pertama Rp 200 juta, lalu Rp 300 juta selanjutnya Rp 200 juta dan Rp 300 juta, pemberian pertama dan ketiga langsung di berikan oleh Pak Henry Lincoln, dan terakhir Rp 300 juta langsung saya sendiri yang menyerajkan kepada Pak Mustakim (anggota DPRD Bekasi), kata Neneng di persidangan.

Selanjutnya Majelis Hakim, menayakan langsung kepada anggota dewan yang bernama Mustakim, menurutnya dia hanya mendapat uang Rp300 juta yang diberikan oleh Neneng Rahmi Nurlaili yang sudah dibagikan kepada empat pimpinan DPRD Bekasi. Sedangkan uang sejumlah Rp 700 juta tidak di akui oleh Mustakim.

Jadi uang 700 juta siapa yang menerima, Tanya Majelis Hakim kepada 20 orang saksi anggota DPRD Bekasi, dengan kompak mereka semua tidak menjawab pertanyaan dari Majelis Hakim tersebut.

rjs/feer,tarungnews.com