Pendidikan

Batas Pengajuan pencairan DAK Fisik SMA sampai 15 Desember 2018

Sabtu, 1 Desember 2018 | 23:50 WIB - by frd,tarungnews.com - 527 pembaca

Lintas Jabar,TarungNews.com - Dalam rangka untuk meningkatkan mutu pendidikan pemerintah pusat, berupaya tingkatkan Standar Sarana dan Prasarana yang menjadi prioritas Pembangunan Nasional di Bidang Pendidikan SMA. Hal tersebut direalisasikan melalui kinerja Dinas Pendidikan Provinsi jawa Barat tepatnya di Bidang Pendidikan Menengah Umum (PMU), yang saat Ini tengah melaksanakan program bantuan fisik pembanguan RKB di Kabupaten/Kota dengan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Penjelasan tersebut di sampaikan Kepala Bidang PMU Disdik Jabar Ir.Yesa.S.Hamiseno MPd, kepada wartawan (30/11/2018).

Menurut Yesa, pelaksanaan bantuan anggaran DAK fisik untuk jenjang SMA di Kabupaten/Kota di jabar, sebagai pelayanan yang wajib di laksanakan, sesuai juklak/juknis dan sesuai Perpres no 5 Tahun 2018. Bantuan tahun ini berdasarkan data yang ada di panitia DAK fisik Bidang PMU disdik jabar, ada  916 ruang direalisasikan dalam bantuan untuk rehab sedang dan meubelair, dengan nilai bantuan Rp 75 juta/ruang.

Sebanyak 200 ruang lab IPA (minimal bantuan Rp 350 juta berikut untuk meubelair) serta bantuan untuk Ruang Kelas Baru (RKB) sebanyak 223 dengan Nilai bantuan yang diberikan sesuai indek kemahalan kerja (IKK) Kabupaten/ Kota di jabar minimal nilai bantuan Rp 200 jt.

Pencairan dana terbagi 3 termin pada sekolah penerima bantuan, bulan desember ini sudah mencapai termin ke dua, dan untuk termin ke 3, batas akhir pengajuan pencairan sekitar tanggal 15 Desember 2018, ujar Yesa menjelaskan.

Aturan kerja 90 Hari, namun besar kemungkinan  di lapangan karena pencairan mengacu kepada peraturan Menteri Keuangan (PMK) pekerjaan tidak terikat kata terlambat karena melalui proses  waktu dari Rekening kas umum Negara ( RKUN)  di transfer ke kas umum daerah (RKUD).

Namun bagi sekolah dan komite sekolah yang mampu, sudah banyak yang menghandel pekerjaan dengan anggarannya, untuk menyelesaikan pekerjaan fisik sekolahnya, karena secepatnya ruang akan di gunakan siswa belajar, dan saat ini sudah banyak yang hampir selesai.

Namun bagi sekolah yang kemampuan anggarannya terbatas terpaksa harus menunggu batas waktu pencairan termin ke 3, baru bisa mengerjakan fisik sekolahnya jika ada keterlambatan dengan alasan jelas akan di tolerir, hanya akan di tegur via surat teguran ke 1 dan  ke 2, tegas Yesa.

Namun jika  dalam batas waktu pengerjaan tidak selesai di luar ketentuan waktu pengerjaan dengan alasan tidak jelas, maka sekolah harus mengembalikan anggaran, senilai sisanya berapa % yang belum kelar di laksanakan pekerjaannya oleh sekolah tersebut. Walaupun peraturan ini tidak tercantum dalam peraturan menteri keuangan, tapi untuk menerapkan rasa tanggung jawab dan disiplin, sekolah harus konsekuen dan bertanggungjawab mengembalikan uang yang tidak terealisasikan terkait pekerjaanya, pungkas Yesa.

frd,tarungnews.com