• Rabu, 14 April 2021

Kota Bandung Menjadi Percontohan Vaksinasi Covid-19 Secara Masal

Kota Bandung Menjadi Percontohan Vaksinasi Covid-19 Secara Masal Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja disela peninjauan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Humas Prov Jabar

Bandung,TarungNews.com - Lima kota menjadi percontohan bagi upaya percepatan vaksinasi Covid-19, terutama bagi kalangam tenaga kesehatan (nakes). Antara lain Kota Bandung, Jogjakarta, Semarang, Surabaya dan Jakarta.

Di Kota Bandung, vaksinasi bagi nakes pelaksanaannya dipusatkan di Politeknik Kesehatan Kemenkes Jalan Pajajaran Bandung, Sabtu (30/1/2021). Sebanyak enam ratus nakes mendapatkan vaksinasi pada hari ini dan akan dilanjutkan pada Minggu dan Senin.

"Hari ini enam eatus disini. Ditambah lokasi lainnya di Jabar secara serentak, jadi  pada hari ini sekitar 2300 nakes kita vaksin,dilaksanakan di dua puluh satu lokasi rumah sakit dan klinik, " ujar Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja disela peninjauan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Setiawan mengatakan vaksinasi serentak dilaksanakan sebagai upaya untuk percepatan vaksinasi bagi nakes. Vaksinasi pertama ditargetkan selesai dalam satu minggu sehingga pada minggu kedua Februari vaksinasi kedua bisa kembali dilaksanakan. Dengan demikian maka minggu ketiga vaksinasi nakes sudah rampung.

"Jika hari ini ada yang batal karena kondisi kurang fit atau tensi tinggi, bisa istirahat dulu, vaksinasi bisa dilanjutkan besok atau Senin. Dulu saya juga sempat naik tensinya, tapi istirahat sebentar sudah turun dan bisa di vaksin," tuturnya.

Terkait ketersediaan vaksin, ia menambahkan, pada tahap pertama mendapatkan 87 ribu vial vaksin untuk nakes di tujuh daerah prioritas. Sementara tahap kedua bagi nakes di dua puluh tujuh kabupaten dan kota di Jabar, mendapatkan kiriman vaksin sebanyak  253 ribu vial.

Selanjutnya, menurut Setiawan, jika nakes sudah selesai divaksin, vaksinasi akan dilanjutkan bagi TNI/Polri, tenaga pelayanan publik dan juga para guru.

"Mengingat warga Jabar mencapai hampir lima puluh juta jiwa,  sesuai arahan pak gubernur,saya mengusulkan kepada Kemenkes untuk melakukan jemput bola vaksinasi. Kami minta masukan dari Kemenkes terkait rencana ini," ujarnya.

Max Rein Rondonuwu, Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes mengatakan hingga hari ini baru tiga puluh delapan persen nakes yang sudah menerima vaksin Covid-19.

"Jadi memang masih jauh dari target. Saya kesini melihat langsung upaya percepatan vaksinasi agar akhir Februari sudah selesai pemberian dua suntikan," jelasnya.

Percepatan dilakukan, menurutnya, karena Presiden Joko Widodo menargetkan vaksinasi menyeluruh bagi warga Indonesia dapat diselesaikan dalam waktu tiga ratus hari.

"Target pak presiden selesai bagi 181 juta warga dalam waktu  tiga ratus hari. Jadi kalau bisa minggu depan penyuntikan nakes di Jabar sudah selesai. Jadi minggu ketiga dosis kedua bisa dilakukan," tegasnya.

Jika penyuntikan bagi nakes sesuai target,  menurutnya vaksinasi menyeluruh bagi publik dapat dilaksanakan pada bulan Maret mendatang.

Sementara terkait vaksinasi mobile atau jemput bola, Maxi mengatalan hal itu perlu persiapan yang sangat matang. Menurutnya vaksinasi Covid-19 tidak bisa disamakan dengan vaksinasi lainya, karena perlu pengamanan ekstra ketat, kesiapan SDM kesehatan dan peralatan.

Yud,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar