• Rabu, 14 April 2021

Versi IJTI Jabar, Gubernur Ridwan Kamil Kepala Daerah Efektif Menangani Covid-19

Versi IJTI Jabar, Gubernur Ridwan Kamil Kepala Daerah Efektif Menangani Covid-19 Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendapat penghargaan dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jawa Barat sebagai Kepala Daerah Efektif Menerapkan Kebijakan Penanganan COVID-19.

Padang,TarungNews.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendapat penghargaan dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jawa Barat sebagai Kepala Daerah Efektif Menerapkan Kebijakan Penanganan COVID-19. 

Penghargaan diterima Gubernur dalam sebuah acara IJTI Choice Award 2021 yang dilakukan di Kabupaten Bandung, namun Gubernur menerima penghargaan secara virtual di Bandara Minangkabau, Padang Sumatera Barat, Senin (29/3/2021) malam.

"Terima kasih kepada IJTI yang memberikan apresiasi ternyata kita dimonitor, dinilai dan diapresiasi atas kiprahnya selama menangani COVID-19," katanya.

Hal ini tak lepas dari sinergi dan kolaborasi yang baik antara Ridwan Kamil dengan para pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Jabar. 

Menurut Kang Emil, dalam penanganan COVID-19 yang terpenting adalah kolaborasi. Tanpa dibantu kepolisian, TNI, akademisi, relawan, masyarakat hingga media, kebijakan-kebijakan yang dibuatnya tak akan berjalan efektif.

"Tidak bisa kita ngurusin COVID-19 ini tanpa dibantu oleh kepolisian, TNI media, relawan, akademisi dan partisipasi masyarakat," ujarnya.

Kolaborasi tersebut, lanjut Gubernur, menjadi satu dari lima prinsip penanganan COVID-19 di Jabar. Bersama Forkopimda, Pemda Provinsi Jabar telah sepakat bahwa prinsip proaktif, ilmiah, transparan, inovatif dan kolaboratif harus menjadi kunci dalam penanganan COVID-19.

"Kita sudah sepakat ada lima prinsip dalam menangani COVID-19 yaitu proaktif, ilmiah, transparan, inovatif dan kolaboratif. Oleh karena itu kita tiap minggu rapat, mengupdate data, menghimpun inovasi, kolaborasi dan lain-lain," jelasnya.

Kini, kasus harian COVID-19 di Jabar pun terus menurun, terlihat pada keterisian rumah sakit untuk pasien COVID-19 ditambah kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan yang angkanya mencapai lebih dari 80 persen. Belum lagi vaksinasi massal yang terus digencarkan.

Kang Emil memastikan, lima prinsip penanganan COVID-19 ini akan kembali diterapkan apabila terjadi krisis lagi di masa yang akan datang.

"Yang ada di Jabar adalah superteam bukan superman, ini jadi pelajaran kalau ada krisis-krisis lagi karena kolaborasi adalah kunci kemenangan," pungkasnya.

Yud,tarungnews.com

 

Bagikan melalui:

Komentar