• Rabu, 29 September 2021

Pemdaprov Jabar Siagakan Lima Titik Stasiun Pengisian Oksigen (filling station)

Pemdaprov Jabar Siagakan Lima Titik Stasiun Pengisian Oksigen (filling station) Ilustrasi pengisian Oksigen. photo istimewa

Bandung,TarungNews.com - Pemdaprov Jabar menyiagakan lima titik stasiun pengisian oksigen (filling station) di lima daerah, yakni Kota Bandung, Kabupaten Bekasi (Cikarang), Kota Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Cirebon. Lima tempat itu telah beroperasi sejak 26 Juli 2021.

"Skema filling station dihadirkan guna mempermudah maupun mempercepat pengisian oksigen bagi rumah sakit yang tersebar di wilayah Jawa Barat," kata Kang Emil Sabtu (31/7/2021).

Ketua Posko Oksigen Jabar Taufiq Budi Santoso menjelaskan alur pengisian tabung oksigen tersebut. Pertama, Posko Oksigen Jabar menentukan kuota tabung untuk kabupaten/kota dan RSUD Jabar.

Setelah kuota ditentukan di posko tingkat provinsi, Posko Oksigen Kabupaten/Kota yang akan menentukan kuota tabung untuk setiap rumah sakit yang berada di wilayahnya. "Jika Posko Oksigen Kabupaten/Kota sudah menentukan kuota tabung, rumah sakit akan mengisi Google Form Posko Oksigen dengan jumlah tabung sesuai kuota. Kuota ini ditentukan berdasarkan neraca kebutuhan oksigen yang sudah diperhitungkan dengan komprehensif dan terukur oleh Posko Oksigen Jabar," tutur Taufiq.

Hingga 29 Juli, stasiun pengisian oksigen di Bandung telah melayani 44 rumah sakit dengan total pengisian 1.076 tabung oksigen. Kemudian, di Cikarang telah mengisi 1.137 tabung oksigen dari 36 rumah sakit.

Sementara itu, Sukabumi telah melayani 20 rumah sakit dengan total pengisian 243 tabung. Tasikmalaya sudah melayani 18 rumah sakit dengan total pengisian 1.020 tabung oksigen, dan Cirebon telah melayani 34 rumah sakit dengan total pengisian 1.021 tabung oksigen.

Walau demikian, masih ada kendala yang terjadi selama pengisian tabung oksigen di filling station. Pertama, banyak rumah sakit yang melakukan pengisian tabung di luar jadwal yang telah ditentukan, sehingga terjadi penumpukan antrean saat pengisian tabung.

Kedua, masa berlaku uji hidrostatis tabung yang dimiliki rumah sakit tidak sesuai aturan dan prosedur yang berlaku sehingga tabung tidak dapat terisi. Ketiga, cukup banyak permintaan di luar pengajuan form rumah sakit, seperti individu.

"Kendala terakhir adalah terbatasnya kemampuan dan jam operasional pengisian di filling station tidak sebanding dengan tingginya permintaan pengisian. Pengisian di 5 Filling Station akan dilaksanakan kembali pada pekan depan dengan lebih baik dan memperbaiki kendala-kendala yang dihadapi pada tahap pertama," ujar Taufiq.

Yud,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar