• Rabu, 14 April 2021

Kilang Minyak Pertamina Balongan di Indramayu Terbakar

Kilang Minyak Pertamina Balongan di Indramayu Terbakar Kilang minyak PT Pertamina EU VI Balongan Kabupaten Indramayu meledak dan terbakar hebat pada Senin dinihari (29/3/2021), sekitar pukul 01.00 WIB. istimewa

Indramayu,TarungNews.com - Kilang minyak PT Pertamina EU VI Balongan Kabupaten Indramayu meledak dan terbakar hebat pada Senin dinihari (29/3/2021), sekitar pukul 01.00 WIB.

Sebanyak tiga tangki penampungan minyak dikabarkan terbakar hebat, dan dapat dilihat dari jarak 5 KM. Warga sekitar pun sudah diungsikan kelokasi terjauh dan teraman. Upaya pemadaman masih terus dilakukan hingga Senin pagi.

Selain mengevakuasi warga, kebakaran juga menyebabkan 6 gardu distribusi PLN ikut terbakar, sehingga listrik ribuan rumah warga padam.

Peristiwa kebakaran ini terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, imbas dari kebakaran tersebut ribuan pelanggan terdampak . Sampai dengan pukul 05.00 ini menyisakan 1.018 yang masih belum berhasil di operasikan.

Sesaat sejak dimulainya gangguan dini hari tadi , PLN langsung mengupayakan manuver jaringan untuk mengantisipasi meluasnya dampak gangguan dan menerjunkan personil dan petugas pelayanan teknis, selain itu juga melakukan upaya pengamanan aset PLN.

“Kami turut prihatin dengan apa yang terjadi saat ini, kami terus akan mengupayakan penormalan jaringan dan bekerjasama dengan pemerintah dan aparat agar listrik kembali menyala, beberapa lokasi harus kami lakukan survey terlebih dahulu demi keamanan masyarakat” ujar Agung Nugraha GM PLN UID Jawa Barat dalam keterangn resminya.

Ditempat terpisah Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil mengharapkan, kebakaran kilang minyak yang terjadi pada Senin (29/03/2021) dinihari tersebut dapat dipadamkan pada siang atau sore hari ini serta meminta warga untuk tidak panik.

“Mudah-mudahan siang hari atau sore sudah padam," kata Ridwan Kamil, di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jabar, Kota Bandung, Senin (29/03/2021).

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, saat ini ada lima orang luka berat dan 15 orang mengalami luka ringan.

Ridwan Kamil memastikan warga yang mengalami luka sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit umum daerah setempat.

"Ada korban luka-luka sekitar 20 orang. Mereka sudah dirujuk ke rumah sakit umum daerah setempat,” ucapnya.

Menurut Ridwan Kamil, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu dan pihaknya juga sudah menginstruksikan BPBD Provinsi Jabar untuk  memastikan semua kebutuhan warga yang mengungsi terpenuhi dan tetap aman dari penularan COVID-19.

"Warga yang berada di radius kilang potensi bahaya sudah diungsikan. Sekitar 500 orang sudah diungsikan Pertamina ke GOR dan Kantor Pendopo Indramayu," imbuhnya.

Ridwan Kamil juga menuturkan, saat ini Pertamina telah mematikan sementara sistem operasi dan mencegah kebakaran agar tidak meluas dan Pemda Provinsi Jawa Barat masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai penyebab kebakaran.

"Pertamina pun menyampaikan permohonan maaf dan yang kedua juga memastikan pasokan BBM tidak terganggu," ujarnya.

Seperti yang disampaikan pada rilis Pertamina yang beredar, Pertamina sendiri sudah menyiapkan tempat untuk evakuasi dan pengungsian di GOR Perumahan Bumi Patra dan Pendopo Kabupaten Indramayu.

Pertamina pun meminta warga sekitar untuk tetap tenang, dan menjauh dari lokasi kebakaran. Saat ini, dilakukan pemblokiran jalan menuju sekitar lokasi kejadian, dibantu oleh TNI.

Yud,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar