• Minggu, 5 Desember 2021

Polda Bengkulu Periksa 3 Tersangka Penjual Kulit dan Organ Harimau Sumatera

Polda Bengkulu Periksa 3 Tersangka Penjual Kulit dan Organ Harimau Sumatera Seekor harimau yang sering masuk dan menyerang warga di Padang Lawas, akhirnya ditangkap. (Foto: Suara Pembaruan/Arnold Sianturi)

Bengkulu,TarungNews.com - Penyidik Reskrim Polda Bengkulu, saat ini masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap tiga pelaku diduga menjual kulit dan organ harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), yakni BB, SB dan SOH. Tiga tersangka merupakan warga Provinsi Bengkulu.

"Penyidik Reskrim Polda Bengkulu, saat ini masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap tiga pelaku penjual kulit dan organ Harimau Sumatera guna mengungkapkan sindikat pemburu satwa langka tersebut di daerah ini," kata Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, di Bengkulu, Minggu (27/12).

Ia mengatakan, 3 tersangka bersama barang bukti berupa kulit dan tulang belulang Harimau Sumatera dibekuk anggota Reskrim Polda Bengkulu, saat melintas menggunakan sepeda motor di jalan raya Bengkulu-Manna, Bengkulu Selatan awal pekan lalu.

Ketiga pelaku, yakni BB dan SOH warga Tanjung Ganti, Kecamatan Padang Guci, Kabupaten Kaur; dan SB, warga Desa Rantau Panjang, Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, langsung digelandang ke Mapolda Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan.

Dari hasil penyidikan dua dari tiga tersangka bertindak sebagai pemburu harimau sumatera, yakni BB dan SOH. Sedangkan SB berperan sebagai calo yang menghubungkan dengan calon pembeli kulit dan organ.

"Saat ini, tiga tersangka berikut barang berupa kulit dan organ harimau sumatera, telah diamankan di Mapolda Bengkulu untuk menjalani periksaan secara intensif guna kepentingan proses hukum selanjutnya," ujar Sudarno.

Atas perbuatan tersebut, 3 tersangka didakwa melanggar pasal 40 ayat 2 juncto pasal 21 ayat 2 huruf b UU No 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda Rp100 juta.

Sudarno menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal ketiga tersangka mengaku sebelumnya sudah pernah menjual kulit dan organ harimau sumatera ke Jakarta. Namun, tersangka tidak menyebutkan secara pasti harga kulit dan organ raja hutan itu.

Sedangkan kulit dan organ yang disita anggota Polda Bengkulu tersebut, rencananya akan dijual ke salah satu pembeli yang merupakan warga Bengkulu dengan harga sekitar Rp 110 juta.

Tersangka BB dan SOH mengaku mendapatkan raja hutan ini dengan cara menjerat di kawasan hutan lindung di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.

Namun, belum sempat melakukan transaksi jual beli kulit dan organ tersebut, para tersangka sudah ditangkap anggota Polda Bengkulu. "Kita masih mendalami keterangan dari para tersangka guna mengungkap pihak lain yang terlibat dalam sindikat jual beli kulit dan organ satwa dilindunngi undang-undang ini," ujarnya.

Sumber: BeritaSatu.com

Red,tarungnews.com

 

Bagikan melalui:

Komentar