• Selasa, 30 November 2021

Berkedok Kios Burung, Penjual Hewan Langka Dibekuk Polisi

Berkedok Kios Burung, Penjual Hewan Langka Dibekuk Polisi Sub Direktorat Sumber Daya Lingkungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kamis (28/1/2021), menghadirkan satu tersangka penjual hewan langka. (Foto: BeritaSatu)

Jakarta,TarungNews.com - Sub Direktorat Sumber Daya Lingkungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, membekuk satu tersangka penjual hewan langka, yaitu orang utan, lutung, dan burung beo nias, di kios burung Pasar Sukatani, Jalan Raya Sukatani, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi.

"Pelaku satu orang kita amankan karena menyelundupkan, memperjualbelikan hewan-hewan langka yang memang dilindungi pemerintah, dengan mencari keuntungan. Pelaku berinisial YI," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (28/1/2021).

Dikatakan Yusri, tersangka menyimpan, memiliki, memelihara, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. Ia masuk ke komunitas pencinta satwa untuk mencari satwa yang dilindungi. Dia juga memasang status di whastapp untuk menarik minat pembeli satwa yang dilindungi. Termasuk, menpromosikannya di media sosial.

"Dia membuat kamuflase dengan menjual hewan-hewan biasa yang tidak dilindungi di kios burung miliknya. Dia mengikuti komunitas pencinta satwa, mencari siapa yang memiliki hewan langka dia siap membeli, nanti dia jemput. Kemudian dia juga punya komunitas lainnya untuk menjual," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, penyidik melakukan penangkapan dengan berpura-pura menjadi calon pembeli. Tersangka tidak menyiapkan hewan-hewan itu secara langsung karena takut. Oleh karena itu, jika ada pembelian yang pesan sekitar tiga sampai lima hari, baru disiapkan. Hal ini untuk menghindari petugas.

“Biasanya, karena kita masuk dalam komunitas itu dan kita memesan di sana, keluar tiga sampai lima hari baru barang tersebut ada, baru ada pembayaran sesuai dengan perjanjian harga yang disampaikan di situ. Ketika barang datang, kita kemudian melakukan penangkapan," katanya.

Menurut Yusri, tersangka YI sudah menjalankan aksinya memperdagangkan hewan langka yang dilindungi sejak Agustus 2020 lalu.

"Tiap satu binatang atau hewan dia bisa mengambil keuntungan satu sampai Rp 10 juta. Kita akan mendalami terus dari mana dia mendapatkan hewan ini. Apakah kemungkinan ada kejahatan internasional lintas negara? Nanti kita akan dalami semuanya. Apakah akan diselundupkan ke luar negeri nanti akan kita kembangkan," jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka YI dikenakan Pasal 40 ayat 2 Juncto Pasal 21 ayat 2 huruf a Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

"Barang bukti yang diamankan satu ekor orang utan dengan nama latin pongo abelii, tiga ekor burung beo nias, dan tiga ekor lutung jawa," tandasnya.

Sumber: BeritaSatu.com

Red,tarungnews.com

 

Bagikan melalui:

Komentar