Rabu, 20 Januari 2021 | 04:37 WIB



Daerah

KWT Sukamerang Edukasi "Manfaatkan Pekarangan Dan Limbah Rumah Tangga" Via Tanaman Hidroponik

Minggu, 10 Januari 2021 | 17:32 WIB - by Alam,tarungnews.com - 838 pembaca

Garut,TarungNews.com - Ditengah pandemi Covid-19, banyak hal yang berubah terutama pola hidup dan konsumsi masyarakat. Pola hidup sehat dan mengkonsumsi makanan bergizi kini mulai diterapkan.

Alangkah bijaknya saat kondisi sulit seperti sekarang ini ada tindakan konkret didalam memaksimalkan pekarangan rumah walau sekedar ditanami sayuran.

Menanam sayuran dengan memanfaatkan pekarangan rumah mulai digalakkan demi menciptakan ketahanan pangan, minimal dalam keluarga sendiri dan lingkungan.

Mencoba memulai mengedukasi diri sendiri untuk bercocok tanam sebelum mereka mengedukasikan ke orang lain, terutama masyarakat di sekitar Komunitas Wanita Tani Gapura Wahana Wisata Pamarakan (KWT GWWP) Sukamerang Kecamatan Kersamanah, Garut.

Mila Sugandini Bunyamin (Istri Kades Sukamerang) sepakat membentuk Team Komunitas Wanita Tani (KWT) Gapura Wahana Wisata Pamarakan Sukamerang sebagai pengabdian masyarakat dengan kegiatan menanam tanaman hidroponik. Selama massa bekerja dari rumah, mereka masih bisa menyempatkan diri membuat tanamam hidroponik dengan bantuan ahlinya," kata Istri Kepala Desa ini.

Kami dilatih secara lengkap. mulai pembuatan rangka hidroponik, mencari bibit, menyemai bibit hingga penanamam dan perawatan tanaman. Bahkan mengukur kadar air, tak luput untuk dipelajari.

Mila Sugandhi Bunyamin, istri Kades sekaligus Ketua KWT GWWP Sukamerang mengatakan, keinginan membuat tanaman hidroponik itu tercetus sejak tiga bulan lalu. Mereka berpikir, di massa pandemi, banyak masyarakat yang berkegiatan di rumah saja, sehingga banyak waktu kosong yang bisa dimanfaatkan untuk hal-hal positif.

“Kita mencari, kira-kira apa yang cocok. Lalu kita berpikir, di massa pandemi itu masyarakat juga kesulitan mendapatkan bahan makanan terutama sayur yang dibutuhkan tubuh karena banyak pasar tutup. Akhirnya tercetus untuk membuat hidroponik ini,” Tuturnya.

Selain itu Mila juga menegaskan, hidroponik sangat efektif dan efisien bagi mereka yang tidak memiliki lahan luas, sehingga metoda ini sangat cocok bagi masyarakat yang hidup di perkotaan.

“Kita awalnya buta masalah ini. Hingga akhirnya bertemu pihak yang ahli dibidangnya dan kami dilatih secara lengkap tentang hidroponik ini. Walau bekerja dari rumah tapi kami menyempatkannya untuk belajar ini," ungkapnya.

Dengan adanya edukasi ini, KWT GWWP Sukamerang semakin bersemangat untuk melanjutkan kegiatan ini secara lebih intens, bahkan akan mengembangkannya. Masih kata istri Kades, "nantinya program hidroponik ini akan dikembangkan lebih banyak lagi sehingga akan menjadi unit bisnis sendiri di Bumdes (Badan Usaha Milik Desa ...*red) Wisata Gapura Wahana Wisata Pamarakan (GWWP) Sukamerang.

Tidak hanya itu, ke depan Team KWT GWWP ini akan melakukan pengkaderan dilingkungan masyarakat. Mereka akan melatih masyarakat agar bisa ikut mengembangkan tanaman hidroponik ini, sehingga ke depan masyarakat bisa juga memberikan pelatihan di lingkungan rumah masing-masing. Selanjutnya kami dan masyarakat terlatih akan mengedukasi masyarakat yang tersebar di sembilan (9) RW yang ada di wilayah pemerintahan desa Sukamerang kecamatan kersamanah,” Pungkas Mila Sugandini Bunyamin kepada Media, Minggu (10/1).

Pada kesempatan yang sama, Solihin, S.sos selaku nara sumber Pelatihan Tanaman Hidroponik dari Dinas Tanaman Pangan Dan Holtikultura Kabupaten Bekasi begitu antusias dan bersemangat dalam pemaparan materi yang disampaikannya di Aula Desa Sukamerang, Jl Desa Nangerang Cinangka Kulon, Sukamerang.

Solihin berharap, adanya edukasi melalui pelatihan ini KWT GWWT Sukamerang mampu mengembangkan budidaya tanaman pangan melalui sistem hidroponik dengan menggunakan media pemanfaatan limbah rumah tangga," pungkasnya.

Alam/M. Agus - tarungnews.com Biro Garut