• Sabtu, 15 Mei 2021

Bencana Longsor dan Banjir Kembali Melanda Kabupaten Sumedang

Bencana Longsor dan Banjir Kembali Melanda Kabupaten Sumedang Bencana longsor terjadi akibat intensitas curah hujan yang sangat tinggi pada hari Kamis (25/3/2021) sore hingga malam hari. Satu oang tercatat meninggal dunia, satu luka berat dan beberapa bangunan rusak.

Sumedang,TarungNews.com - Intensitas curah hujan yang tinggi telah menyebabkan musibah longsor dan banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang mencatat 18 titik longsor terjadi di ruas jalan menuju Desa Cipancar dan Desa Baginda, Kecamatan Sumedang Selatan.

Bencana longsor terjadi akibat intensitas curah hujan yang sangat tinggi pada hari Kamis (25/3/2021) sore hingga malam hari. Satu oang tercatat meninggal dunia, satu luka berat dan beberapa bangunan rusak.

Musibah longsor dan banjir di beberapa titik di Kabupaten Sumedang mulai Kecamatan sumedang Selatan, Situraja, Jatigede, Buahdua dan bebera titik lainnya. Musibah bencana paling besar terjadi di Sumedang Selatan kawasan Citengah.

Longsor terparah berada di Desa Baginda Kecamatan Sumedang Selatan. Material longsor menutupi seluruh badan jalan. Jumat (26/3/2021) pagi, petugas SAR gabungan dari BPBD, TNI, POLRI, Satpol PP dan masyarakat berupaya menyingkirkan material longsor.

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sumedang, Adang mengatakan sudah menurunkan dua unit alat berat eksavator dan empat dump truk untuk membantu proses evakuasi material longsor," kata Adang.

Material longsor berhasil disingkirkan dari badan jalan, sehingga bisa dilintasi kendaraan bermotor, Jumat sore (26/3/2021). "Alhamdulillah cuaca juga mendukung, kami targetkan hari ini selesai," tegas Adang.

Adang menambahkan, berdasarkan pendataan, sebanyak 38 rumah berada di wilayah rawan longsor, dua diantaranya sangat terancam. "Dua keluarga paling terancam, kami sudah kondisikan untuk sementara ke rumah keluarganya yang aman dulu," katanya

Selain longsor, hujan deras juga mengakibatkan banjir bandang dari luapan Sungai Cihonje. Banjir tersebut menyeret empat orang warga yang sedang berteduh di sebuah saung. Tiga orang berhasil menyelamatkan diri, sementara satu orang bernama Mamat Rahmat (40) warga Desa Citengah, ditemukan meninggal dunia terbawa hanyut. Banjir juga merusak sekitar 40 hektare sawah.

Asep,tarungnews.com

 

Bagikan melalui:

Komentar