• Rabu, 14 April 2021

GMBI KSM Cibalong Kecewa Izin Berkerumun Di Sancang Tanpa Kajian Dan Ketegasan Tim Satgas Penanganan Covid-19

GMBI KSM Cibalong Kecewa Izin Berkerumun Di Sancang Tanpa Kajian Dan Ketegasan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Nurdin, Ketua GMBI KSM Cibalong Distrik Garut

Garut,tarungnews.com - Sebagai sosial kontrol kami sangat kecewa kenapa Tim Gugus Tugas Covid-19 tidak tegas dan terkesan lalai atas langkah-langkah yang dilakukan pemerintah terkait adanya keramaian yang menimbulkan kerumunan massa pada kegiatan Adventure Trail Sancang T4S yang digelar sejak hari Jum'at (2/4) tempo hari di wilayah kecamatan Cibalong Kabupaten Garut, tepatnya di desa Sancang yang hingga Minggu siang ini (4/4) masih berlangsung," kata Nurdin, Ketua GMBI KSM Cibalong Distrik Garut kemarin.

Nurdin melanjutkan, berdasar pada itu kami mempertanyakan untuk apa pemerintah mengalokasikan sebagian anggaran dana, termasuk anggaran DD (Dana Desa) serta beberapa sumber anggaran lainnya yang dialokasikan bagi penanganan dan pencegahan Covid-19 kalau kerumunan dengan masa kurang-lebih 3000 orang yang berasal dari berbagai Kabupaten/Kota itu diabaikan, padahal secara kasat mata sudah terjadi pelanggaran protokol kesehatan yakni melakukan aktifitas secara berkerumun dengan tanpa megindahkan apa yang ditekankan secara tegas oleh pemerintah didalam mencegah penyebaran Covid-19.

Masih kata Nurdin, dalam hal ini kami tidak menyalahkan panitia penyelenggara acara kegiatan ataupun para peserta. Tapi kami sangat menyesalkan kebijakan perizinan dari pihak terkait yang sudah memberikan izin berkerumun yang kami nilai izin tersebut dibuat asal-asalan, tanpa kajian dan pengawalan yang jelas dari pihak tim satuan tugas penanganan Covid-19. Dan kalau memang acara tersebut tidak mengantongi izin pelaksanaan kegiatan kenapa pihak pemerintah setempat tidak melakukan tindakan dini dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi serta resiko sehubungan masih dalam suasana pandemi dengan status PPKM mikro.

Sangat ironis dengan yang kita ketahui, yang mana betapa tegas dan lugasnya pemeritah Kabupaten Garut melarang adanya kerumunan demi memutus mata rantai virus Covid-19 di Kabupaten Garut khususnya, apalagi dengan tidak mengindahkan protokol kesehatan," ungkap pegiat yang selalu peka terhadap berbagai issue diwilayahnya.

Dengan adanya kegiatan yang mengundang kerumunan massa seperti itu kami berpikiran dan menyimpulkan bahwa Covid-19 yang sempat memporakporandakan konstalasi pemerintahan (kebirokrasian) dan tatanan sosial masyarakat bahkan budaya itu kini sudah tidak ada. Masih kata Nurdin, "sempat terpikirkan juga oleh kami apakah mungkin Covid-19 yang digembor-gemborkan sebelumnya pada kenyataannya itu belum bisa dipastikan adanya atau sama sekali memang tidak pernah ada di sekitar kita ini," ucapnya.

Sebagai peran serta masyarakat, kami LSM GMBI KSM Cibalong Distrik Garut berharap kepada para pimpinan pemerintahan di kabupaten Garut untuk tidak menghambur-hamburkan anggaran (keuangan negara) untuk pencegahan virus Corona lagi kalau memang pada kenyataannya dilapangan seperti pada kegiatan tersebut.

Dan selanjutnya kami meminta agar anggaran yang ada lebih baik digunakan kembali bagi hal-hal yang lebih bermanfaat dan mensejahterakan masyarakat Garut sebagaiman sebelum adanya issue Covid-19," harap Nurdin menutup pemaparannya kepada tarungnews.com di Markas GMBI Distrik Kabupaten Garut dikawasan Simpang Lima Kecamatan Tarogong Kidul, Minggu (4/4) kemarin siang.

Alam,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar