• Kamis, 5 Agustus 2021

Imbas PPKM Berdampak Kepada Mutu Pendidikan Akan Menurun

Imbas PPKM Berdampak Kepada Mutu Pendidikan Akan Menurun Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat Abdul Harris Bobihoe. istimewa

Bandung,TarungNews.com - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Wilayah Jawa-Bali sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021 mendatang, merupakan salah satu upaya untuk menekan kasus Covid-19 yang saat ini terus meningkat.

PPKM Darurat yang bertujuan untuk membatasi berbagai kegiatan masyarakat, tidak hanya berimbas pada sektor ekonomi saja tetapi juga sektor pendidikan yang menyebabkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang tadinya direncanakan akan berlangsung mulai Juli 2021 di beberapa wilayah Jawa Barat, menjadi batal.

Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat Abdul Harris Bobihoe mengatakan, pembatalan PTM di Jawa Barat tidak tanpa alasan, apalagi saat ini wilayah Jawa Barat masuk ke level 3 dan 4, yaitu membahayakan.

“Jadi kan kita mengikuti keputusan pemerintah tentang PPKM Darurat, sementara Jabar itu masuk di level 3 dan 4 yaitu level yang termasuk cukup membahayakan," kata Harris, beberapa waktu lalu.

Menurut Harris, sesuai keputusan Gurbernur bahwa untuk PTM belum bisa dilakukan saat ini karena mengikuti perubahan di masing-masing kabupaten atau kota serta perizinan dari gugus tugas kabupaten atau kota.

“Dari keputusan Gubernur untuk PTM itu sementara mengikuti yg lain belum bisa dilakukan karena kondisi yg seperti itu, tetapi kemungkinan kondisi ini bisa berubah di masing masing kabupaten/kota, nah kita tinggal menunggu, jadi mengikuti yang ada di daerah, kalau kondisinya sudah memungkinkan maka bisa dilaksanakan asal mendapat persetujuan dari gugus tugas di kabupaten/kota," ucapnya.

Menurut Harris, walaupun PTM di Jawa Barat dibatalkan, Kepala Dinas Pendidikan telah menyiapkan beberapa opsi, seperti penerapan pembelajaran sesuai prokotol kesehatan, siswa masuk maksimal 50 persen, pemberian shift pada teknis mengajar, dan pemberian kurikulum yang dibatasi untuk tatap muka.

"Saya khawatir, jika PTM dilakukan di masa pandemi, mengganggu kesehatan dari siswa dan ditakutkan virus tersebut berpotensi menyebar," imbuhnya.

Harris menegaskan, jika PPKM ini berlanjut lama, dikhawatirkan akan berdampak pada mutu pendidikan jadi menurun karena pembelajaran hanya dilakukan melalui daring, yang tentunya memiliki keterbatasan, khususnya bagi kembang tumbuh maupun psikologi peserta didik.

"Karenanya perlu skenario atau konsep pembelajaran yang relevan melalui daring sehingga peserta didik tidak jenuh atau bosan, tetapi menikmatinya," ujar Harris.

Harris menambahkan, saat ini pemerintah telah menyiapkan vaksinisasi bagi pelajar, hal itu dilakukan agar bisa menekan adanya penyebaran Covid.

“Vaksinasi bagi siswa SMA yang sedang diusulkan oleh Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Pak Gubernur, bagaimana agar siswa-siswa ini divaksin, ini juga menjadi salah satu upaya kita untuk menekan Covid-19 ” pungkasnya.

Yud,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar