• Rabu, 29 September 2021

Kades Nyalindung Bingung Beras BST Tekor. Diperoleh Informasi Kekurangan Terjadi Sejak Dari Gudang Bulog

Kades Nyalindung Bingung Beras BST Tekor. Diperoleh Informasi Kekurangan Terjadi Sejak Dari Gudang Bulog beras di Gudang Bulog (photo: istimewa)

Garut,TarungNews.com - Kepala Desa (Kades) Nyalindung Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Agus Ruspandi mengaku kebingungan ketika mendapat tugas dari Bulog untuk menyalurkan bantuan beras kepada warganya sebagai penerima bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial.

Pasalnya, volume beras yang didrop pihak PT Pos pada Jumat (30/7) itu kondisinya tekor alias kurang.

Seharusnya, jumlah beras untuk 292 keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Nyalindung sebanyak 2.920 kilogram, sementara faktanya berkurang 60 kilogram atau hanya 2.860 kilogram.

“Mau tidak bingung bagaimana, coba kalau jumlah bantuannya kurang dari seharusnya. Nanti, untuk enam KPM yang alokasi bantuan berasnya tidak ada akan protes kepada kami, mengapa yang lain mendapat bantuan sedangkan yang enam KPM tidak,” keluh Agus, saat dihubungi tim, Jumat (30/7) petang.

Ia menjelaskan, bantuan beras untuk penerima BST di Desa Nyalindung tiba di kantor desa setempat pada Jumat siang. Pengirimannya (droping) dilakukan oleh petugas PT Pos namun menggunakan armada dari Gudang Bulog Garut.

“Jumlah KPM BST di Desa Nyalindung sebanyak 292. Pada Kamis (29/7) kemarin, seluruh KPM itu telah menerima BST berupa uang masing-masing sebesar Rp600 ribu. Nah, hari ini KPM tersebut menerima bantuan tambahan berupa beras yang masing-masing 10 kilogram,” kata Agus.

Namun ketika bantuan beras diterima olehnya dari petugas PT Pos ternyata jumlahnya tekor 60 kilogram. Dengan begitu, rencana penyaluran beras kepada KPM yang akan dilakukan pada Sabtu besok, terpaksa dibatalkan dan diundur sampai ada penambahan beras untuk enam KPM," kata Kades.

“Saya sudah membuat berita acara bahwa volume bantuan beras itu kurang dari seharusnya. Saya pun telah meminta kepada petugas yang mengantar untuk segera melaporkan kepada pihak Bulog soal kekurangan tersebut, dan segera menambah kekurangannya,” tandas Agus.

Ia mengaku tidak mengetahui penyebabnya kenapa volume beras bantuan KPM BST ke desanya itu sampai kurang. Namun tim mendapatkan bocoran dari sumber terpercaya, bahwa kekurangan sudah terjadi sejak dari Gudang Bulog Garut.

Salah seorang petugas di Gudang Bulog Garut yang dikonfirmasi soal kekurangan tersebut tidak menjawab pesan Watsapp yang dikirim kepadanya. Hal serupa juga dilakukan Kepala Gudang Bulog Garut, Trian Hidayat.

Tim,Biro Garut tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar