• Rabu, 29 September 2021

PISEW Tak Sesuai Spek, LSM GMBI KSM Cibalong Siap Lapor Kejari Garut

PISEW Tak Sesuai Spek, LSM GMBI KSM Cibalong Siap Lapor Kejari Garut Nurdin, Ketua LSM GMBI KSM Cibalong. DOK

Garut,TarungNews.com - Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) TA. 2021 yang dilaksanakan di Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut dialokasikan untuk pembangunan jalan penghubung antar desa antara desa Cibalong dengan desa Najaten.

Anggaran Pisew ini bersumber dari pemerintah pusat (APBN) melalui PUPR dan dilaksanakan oleh Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) Kecamatan Cibalong. Sedangkan untuk waktu pengerjaan mereka tidak mencantumkannya di plang proyek, kapan pekerjaan ini dimulai dan kapan harus selesai.

Nurdin, Ketua LSM GMBI KSM Cibalong mengatakan, saat itu kami melakulan investigasi langsung ke lapangan, Minggu (27/6) yang lalu, terkait dengan pelaksanaan program pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (Pisew) Tahun Anggaran 2021 yang dilaksanakan untuk proyek pembangunan jalan yang menghubungkan dua desa, yaitu desa Sancang dan desa Najaten Kecamatan Cibalong dengan besaran anggaran Rp. 600 juta.

Berdasarkan hasil investigasi tersebut ditemukan dugaan adanya pengurangan volume dan mark-up harga material," ungkap Nurdin.

Kepada tarungnews.com, Rabu (3/8) petang, Nurdin juga menyebutkan bahwa tim BKAD adalah pihak yang menentukan volume pembangunan jalan sepanjang 1185 meter dan lebar 2,5 meter ditambah TPT  sebanyak 1 unit dan 2 unit Gorong-gorong. Untuk pembangunan jalan mereka juga tidak mencantumkan volume kubikasi pekerjaan malah dicantumkan volume meter persegi. Hal tersebut patut diduga sebagai tindakan tidak transfarans oleh pihak pelaksana, yaitu dengan sengaja menutupinya agar tidak diketahui publik (sosial kontrol)," paparnya.

Sementara kajian kami menyebutkan, dengan anggaran Rp. 600 juta dengan melihat hasil pengaspalan (hotmix) seperti yang telah dilaksanakan itu seharusnya bisa menghasilkan pembangunan jalan sepanjang 2500 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan atau tinggi 0,10 meter (10 CM)," kata Nurdin.

Sedangkan hasil pengukuran dari pihak kami pembangunan Pisew ini dilaksanakan dengan panjang hanya 1185 meter, lebar 2,5 meter dan ketinggian atau ketebalannya hanya 0,05 - 0,07 meter (5 - 7 CM)," ucapnya.

Ia mengemukakan temuan lainnya dilapangan bahwa pengaspalan dikerjakan dengan tidak memperhatikan kualitas. Indikator tersebut kami sampaikan setelah tim terjun langsung ke lapangan dan menemukan bahwa pembangunannya dikerjakan dengan asal-asalan dan pengerjaannya tidak sesuai dengan spek yang ditentukan sehingga kami menyimpulkan bahwa kekuatan jalan tersebut tidak akan bertahan lama.

Masih kata Nurdin, sebagai masyarakat dan sosial kontrol kami berhak juga berkewajiban mempertanyakan hal itu, yang mana unsur kualitas dan kuantitas dari pada Pisew ini memang patut dipertanyakan secara berdasar.

Hal tersebut sudah kami konfirmasikan dan meminta klarifikasi secara tertulis kepada BKAD termasuk meminta bukti SPJ pembangunan tersebut. Namun pihak terkait Pisew ini tidak memberikan jawaban bahkan terkesan tidak menghiraukan," ucap aktifis yang responsif ini.

Oleh karena itu dalam waktu dekat kami akan langsung lapor ke Kejari (Kejaksaan Negeri) Garut," tandasnya.

Alam,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar