• Sabtu, 16 Oktober 2021

Eks Anggota DPRD Garut Diciduk Kejari Setelah 13 Tahun DPO

Eks Anggota DPRD Garut Diciduk Kejari Setelah 13 Tahun DPO Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, Jawa Barat berhasil mengeksekusi eks anggota DPRD Garut periode 1999-2004 setelah diuber selama 13 tahun dengan status daftar pencarian orang (DPO).

Garut,TarungNews.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, berhasil mengeksekusi eks anggota DPRD Garut periode 1999-2004 setelah diuber selama 13 tahun dengan status daftar pencarian orang (DPO).

Ialah Misbach Sumantri. Saat itu Misbach diputus hukuman 4 tahun penjara melalui putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA) dalam kasus korupsi APBD Garut (APBD Gate).

Misbach Sumantri tercatat sebagai anggota DPRD Garut periode 1999-2004 dari Partai Bulan Bintang (PBB) bersama Mahyar Suara. Misbach tidak sendirian, ia divonis bersalah bersama 4 pimpinan DPRD, yaitu Iyos Somantri, Dedi Suryadi, Mahyar Suara, dan Encep Mulyana. 

Keempat pimpinan DPRD itu dinyatakan bebas setelah mengajukan peninjauan kembali (PK) di MA. Konon bebasnya mereka karena peranan Sekretaris MA, Nurhadi yang saat ini mendekam di penjara KPK. 

Nasib mujur juga dialami anggota lainnya, yakni Kohar Somantri Cs yang dibebaskan dalam PK. Sedangkan Misbach Cs ketiban sial karena tetap dihukum masing-masing 4 tahun penjara.

Rombongan Misbach terdiri dari Wawan Syafei, Kadar Solihat, Aun Safari dan Usep Mansyur yang berasal dari PPP. Kemudian Endang Karim, Enas Mabarti, Abdurahman semuanya dari PKB. Lalu ada Atang Masgun, Wan Gunawan, dan Dadan Slamet dari PDIP, Nano Subratno dari PKP.

Kejari Garut sudah lebih dahulu mengeksekusi Wawan Syafei, Enas Mabarti, Nano Subratno, Usep Mansur, Atang Masgun, Dadan Slamet, dan Wan Gunawan.  

Dengan dieksekusinya Misbach, maka hanya tersisa dua orang lagi, yaitu Abdurahman dari PKB dan Kadar Solihat dari PPP, sedangkan Endang Karim dan Aun Safari meninggal dunia.

Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Neva Sari Susanti mengatakan, eksekusi dilakukan setelah pihaknya menerima informasi terpidana yang masuk daftar pencarian orang (DPO) atas nama Misbach berada di wilayah Kabupaten Garut pada Rabu (8/9) tempo hari.

"Hari ini tanggal 9 September 2021, kita mengoptimalisasikan pelaksanaan eksekusi DPO terhadap Drs. Misbach kemarin, jadi kurang lebih 24 jam kami mendapat informasi. Kasi Intel bersama tim dari intel juga dari Pidsus bekerja sama, kita cek kebenarannya. Dan memang alhamdulillah orangnya ada," kata Neva kemarin.

Setelah keberadaan Misbach dipastikan, pihak Kejari Garut kemudian mengecek masa kedaluwarsa untuk pelaksanaan putusannya. Dari pengecekan itu diketahui ancaman hukumannya diatas 3 tahun, sehingga masa kedaluwarsa pelaksanaan eksekusi 12 tahun ditambah sepertiga.

"Jadi masih 16 tahun sebenarnya dan yang bersangkutan sudah dari 2008 sampai sekarang, jadi 13 tahun," ungkapnya.

Neva memaparkan, Misbach masuk DPO. Keberadaannya tidak diketahui sehingga tidak bisa dieksekusi. Dia diduga berada di luar kota Garut. "Kemungkinan besar begitu (tinggal di luar Garut)," ucapnya.

Neva menjelaskan bahwa eksekusi terhadap Misbach dilakukan berdasarkan putusan yang memiliki kekuatan hukum tetap. Misbach bersama sejumlah anggota DPRD Garut lainnya diduga melakukan tindak pidana korupsi perjalanan dinas dan penyalahgunaan uang rapat komisi.

Alam,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar