Jumat, 22 November 2019 | 00:19 WIB



Daerah

Wujudkan Program Langit Biru di Bumi Khatulistiwa, Kodam XII/Tpr Gelar Diskusi dengan Civitas Akademika

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 22:44 WIB - by Dar,tarungnews.com - 101 pembaca

Kubu Raya,TarungNews.com - Setelah beberapa waktu lalu melaksanakan dengan komponen masyarakat, Kodam XII/Tanjungpura, dalam rangka untuk mencari solusi yang tepat dalam penanganan Karhutla di Kalimantan Barat, kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD), kali ini dengan para Civitas Akademika Kalimantan Barat bertempat di Aula Makodam XII/Tpr. Dengan tema, "Program Langit Biru di Bumi Khatulistiwa" Jumat (18/10/19).

Focus Group Discussion dibuka langsung oleh Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad. Dengan narasumber diantaranya, Pangdam XII/Tpr, Rektor Universitas Tanjungpura, Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H.,M.Si., Dosen Politeknik Negeri Pontianak, Revi Sesario, S.Hut.,MM., Presiden Mahasiswa Untan, Kaharudin. Sedangkan diskusi dipandu oleh moderator saudari Nabila Husen.

Saat memberikan sambutan, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengatakan, Karhutla yang terjadi terus menerus setiap tahun sangat berdampak pada sendi-sendi kehidupan. Namun demikian penanganannya belum terintegrasi.

"Oleh karena itu program yang akan kita kerjakan yaitu Program Langit Biru di Bumi Khatulistiwa ini adalah salah satu bentuk solusi alternatif dalam penanganan Karhutla," kata Pangdam.

Sedangkan saat menjadi narasumber, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menyampaikan, ada 25 kementerian yang terlibat dalam penanganan Karhutla. Sampai dengan saat ini terkesan masih melakukan upaya masing-masing.

"Untuk itu diperlukan sinergi Penthahelix, yaitu kerja sama antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat dan media seperti yang kita lakukan saat ini," tegas Pangdam.

Senada juga disampaikan oleh Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H.,M.Si., bahwa di era modern manusia tidak dapat hidup sendiri. Begitu juga upaya penanganan Karhutla di Kalimantan Barat harus dilakukan semua pihak secara bersama-sama.

"Menangani karhutla diperlukan adanya saling kolaborasi dari semua pihak sehingga akan lebih efektif dan efisien," tutupnya.

Dar,tarungnews.com