Jumat, 25 September 2020 | 00:33 WIB



Daerah

Spontanitas Pemburu Berita Membentuk Forum Solidaritas Wartawan Sikapi Ungkapan Ketua Apdesi Garut

Rabu, 12 Agustus 2020 | 23:12 WIB - by Tim,tarungnews.com/Biro Garut - 763 pembaca

Garut,TarungNews.com - Kasus Dugaan Pelecehan terhadap profesi wartawan yang terlontar dari ucapan Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Garut, H. Asep Basir, HC alias Isep hingga saat ini masih tetap belum mencair. 

Atas lontaran kata-kata yang tidak elok dan tidak mencerminkan figure pemimpin atau tokoh utama bagi para perangkat desa di tingkat Kabupaten ini banyak pihak dari kaum profesi wartawan yang perasaannya terluka dan menuai aksi serta banyak kecaman, termasuk dari beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Kang Alam, Kepala Biro Kabupaten Garut dari media tarungnews.com dan Majalah Tata Ruang Nusantara menyebutkan, "atas insiden tersebut saya menilai wajar dan patut bagi profesi wartawan yang memiliki dedikasi dan loyalitas profesi yang tinggi untuk memberikan reaksi pedas dan bersifat mengedukasi agar supaya kejadian serupa terhadap profesi wartawan tidak terulang lagi oleh siapa pun.

Saya sendiri pada hari Selasa (11/8) kemarin, menerima undangan diskusi dari rekan seprofesi, Saudara Haji Ujang Selamet guna pendalaman kasus dugaan pelecehan terhadap profesi wartawan ini.

Ia melanjutkan, acara yang berlokasi di Rumah Makan Kejora, Ciateul Kecamatan Tarogong Kaler tersebut berlangsung kurang-lebih 2 jam dan diskusi berjalan alot bersama lima orang rekan lainnya diantaranya dari media Patroli Borgol, saktinews.com, dan cyber88.co.id.

Adapun hasil diskusi, yang Pertama, kami sebagai profesi wartawan terlebih dahulu menempuh jalur mediasi dan konfirmasi-klarifikasi perkara dugaan pelecehan profesi wartawan sebelum melangkah ke jalur lebih lanjut," papar Kang Alam.

Yang Kedua, lanjutnya, "secara spontan terbentuk forum solidaritas sebagai bentuk nyata dedikasi dan loyalitas profesi sekaligus sebagai wadah kepedulian terhadap tegaknya marwah profesi wartawan sehingga ke depannya hal serupa tidak terulang lagi oleh siapapun dan dalam bentuk apapun.

Dalam wadah aksi spontan ini kami menghimpun rekan-rekan profesi di Garut khususnya yang memiliki dedikasi tinggi dan loyalitas terhadap profesi (Wartawan ...*red) lebih jauhnya lagi agar supaya marwah profesi dapat berdiri tegak searah dengan UU. 40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik ditengah kemajuan global yang berkonsekwensi pada kemajemukan, terutama pola pikir yang mendasar," pungkasnya.

Selanjutnya secara terpisah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Sekber Wartawan Indonesia, Herry Budiman saat dihubungi via selulernya mengatakan bahwa kisruh Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Garut, H. Asep Basir, HC dengan sejumlah wartawan di Garut menjadi pembelajaran bagi pejabat untuk tidak asal ucap.

"Peristiwa itu hendaknya jadi pelajaran bagi pejabat Apdesi Garut. Tidak boleh mengkotak-kotakan wartawan dengan baju organisasinya. Yang terpenting medianya aktif," ujarnya.

Herry juga berpesan untuk tetap menjalin kemitraan dengan semua elemen kabupaten Garut sebagai wujud peran aktif pers dalam pembangunan Garut secara luas.

"Hendaklah terus menjalin kemitraan dengan semua stake holder yang ada dengan mengedepankan etika dalam rangka pemenuhan hak publik akan informasi yang benar. Inilah peran kita sebagai jurnalis," tandas Herry.

Tim tarungnews.com/Biro Garut