• Sabtu, 16 Oktober 2021

Kominfo Fasilitasi 1.160 Pengembangan Startup Digital

Kominfo Fasilitasi 1.160 Pengembangan Startup Digital Konferensi Pers Ignition Gerakan Nasional 1000 Startup Digital secara virtual, dari Badung, Bali, Sabtu (25/09). Indonesiatech

Jakarta,TarungNews.com - Pemerintah melalui Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memfasilitasi bagi siapapun untuk membangun startup digital. Selain itu, Kominfo juga membuka peluang kepada calon founder tetap produktif di masa pandemi Covid-19.

Semuel Abrijani Pangerapan selaku Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo mengatakan, sudah 85 ribu calon founder yang dilatih untuk mengembangkan ide dan kreatifitas membentuk perusahaan rintisan atau startup digital.

“Dan sekarang sudah ada 1.160 startup yang dibina lewat Gerakan Nasional 1000 Startup. Ini program awalnya kita dan di masa pandemi pun menjalankan ini sesuai dengan kondisi,” jelasnya dalam Konferensi Pers – Ignition Gerakan Nasional 1000 Startup Digital secara virtual, dari Badung, Bali, Sabtu (25/09),seperti di lansir Indonesiatech.

Menurut Semuel, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dilaksanakan secara online sementara narasumber pemakalah atau pemateri hadir secara offline dengan protokol kesehatan ketat.

“Ada hybrid yang kita kira supaya ada feel-nya juga, jadi ini yang kita ingin kembangkan dan diharapkan nanti dengan pelatihan-pelatihan ini akan muncul startup-startup baru,” lanjutnya.

Semuel menyatakan, Indonesia memiliki peluang besar dalam mengembangkan sektor digital.

“Indonesia juga dikenal sebagai negara keempat di dunia yang memiliki startup terbanyak. Kita punya keunggulan dalam pengembangan startup, ekosistemnya sudah mulai terbentuk dari yang talent-nya, dari yang venture capital-nya juga sudah tumbuh. Jadi semua fasilitas-fasilitas seperti Data Center dan Cloud Service sudah banyak di Indonesia, ini berkembang terus,” jelas Semuel.

Menurut Dirjen Aptika Kominfo, pihaknya berupaya menjadikan Indonesia sebagai negara yang menguasai teknologi startup.

“Karena banyak sekali permasalahan di Indonesia pada proses transformasi, jadi kalau kita mau buat startup, kenali dulu permasalahannya baru kita cari solusinya. Makin banyak masalah itu dihadapi oleh masyarakat, semakin punya peluang untuk menjadi startup yang berkembang dengan pesat,” pungkasnya.

Dar,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar