Kamis, 27 Februari 2020 | 05:23 WIB



Head Line

Bank Bjb Syariah Raih Laba Rp42,4 Miliar

Jumat, 24 Januari 2020 | 23:38 WIB - by rjs,tarungnews.com - 147 pembaca

Lintas Jabar,TarungNews.com - bank bjb syariah berhasil mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2019 dengan membukukan laba bruto sebesar Rp42,4 miliar dan peningkatan aset menjadi Rp7,7 triliun. Peningkatan aset tersebut didorong pertumbuhan dana pihak ketiga yang terealisasi sebesar Rp5,7 triliun.

Pertumbuhan diatas juga didukung dari sektor pembiayaan yang mampu menyalurkan Rp5,4 triliun sepanjang tahun 2019. Adapun komposisi pembiayaan berasal dari segmen produktif sebesar 32% dan konsumtif 68%.

Serangkaian strategi tengah dijalankan agar tren positif bank bjb syariah di tahun 2020 dapat terus berlanjut dan meningkat. Salah satu fokus yang dipersiapkan bank bjb syariah adalah dengan memperkuat dan menggarap potensi dari Pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

bank bjb syariah sendiri telah ditunjuk oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk menjadi Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaran Ibadan Haji (BPS-BPIH) pada awal tahun 2019 lalu. Selanjutnya selain itu, bank bjb syariah telah ditunjuk sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Umrah (BPS-BPIU) oleh Kementerian Agama.

Hal tersebut merupakan langkah yang tepat mengingat Provinsi Jawa Barat memiliki potensi besar. Saat ini, Jabar berada di peringkat pertama sebagai daerah dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di Indonesia. Satu alasan yang menjadikan sistem ekonomi berbasis syariah berpotensi besar untuk dapat tumbuh berkembang.

"Potensi ekonomi syariah untuk tumbuh di Jawa Barat sangat besar karena adanya kesadaran masyarakat. Jabar sendiri memiliki potensi jemaah sebesar 150.000 setiap tahunnya. Untuk itu, bank bjb syariah menargetkan sebanyak 2.700 jemaah umrah per tahun," ujar Direktur Utama bank bjb syariah, Indra Falatehan kepada wartawan di Festival City Link Bandung, Kamis (23/01/2020).

Meningkatnya tren haji dan umrah juga dipengaruhi oleh adanya experience spending. Fenomena ini terbentuk akibat daya beli masyarakat yang semakin membaik dan meningkatnya minat ibadah serta gaya hidup islami. Terlebih angka pemberangkatan haji dan umrah di Jabar menunjukan grafis peningkatan di setiap tahunnya.

Namun Indra percaya bahwa prinsip ekonomi syariah tidak semata perihal mengikuti tren. "Pada prinsipnya ada keberkahan ibadah dan ketenangan hati yang menjadi tujuan utama dari nilai-nilai syariah," ujar Indra.

rjs,tarungnews.com