• Selasa, 30 November 2021

Koruptor Dana Desa Kabur Setelah Divonis 6 Tahun Penjara, LSM Garut Bergerak: PN Tipikor Bandung Harus Segera Tetapkan Status DPO

Koruptor Dana Desa Kabur Setelah Divonis 6 Tahun Penjara, LSM Garut Bergerak: PN Tipikor Bandung Harus Segera Tetapkan Status DPO Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Garut Bergerak. DOK

Garut,TarungNews.com - Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Garut Bergerak menghormati dan mendukung vonis Pengadilan Negeri yang dijatuhkan kepada ES (Eks Kepala Desa) terpidana 6 tahun kasus korupsi dana desa (DD) tahun anggaran 2017 Desa Karyajaya Kecamatan Bayongbong, Garut.

Hal tersebut dikatakan Andri, Ketua Umum LSM Garut Bergerak kepada tarungnews.com di Jalan Patriot, Tarogong Kidul pada Selasa (20/4) siang.

Vonis 6 tahun penjara yang dijatuhkan oleh majelis hakim tersebut tanpa dihadiri terdakwa (in absentia). Konon sebelum sidang vonis ini dijatuhkan majelis hakim sudah mengabulkan permohonan penangguhan penahanan dengan penjamin istri terdakwa berikut memasrahkan uang jaminan sebesar 100 juta rupiah," kata Andri.

Ditempat yang sama, Sekretaris LSM Garut Bergerak, Ade Syawali turut buka suara, "entah motifasi dan antisipasi apa yang dijadikan orientasi hakim didalam memastikan bahwa si terdakwa ini tidak melakukan hal yang menghambat atau tidak dikehendaki bagi kelancaran proses hukum yang harus dijalani selanjutnya selama masa penangguhan. Masih kata Ade, "termasuk langkah antisipasi terdakwa melarikan diri atau pun melakukan hal lainnya yang tidak diinginkan.

Ade juga menyebutkan, "pada kenyataannya pasca penangguhan penahanan itu dikabulkan ternyata si terdakwa tidak pernah memenuhi panggilan guna persidangan selanjutnya. Hingga sidang putusan vonis ini digelar dari pihak kejaksaan tidak terpublikasikan sebelumnya informasi terdakwa dan penjamin (istrinya) tidak ada ditempat. Selain itu, upaya jemput paksa terkesan tidak dilakukan oleh pihak kejari karena tdak adanya publikasi yang menyebutkan itu.

Selanjutnya ia menyampaikan persepsi dalam kapasitasnya sebagai elemen masyarakat, "berdasar itu kami menilai sudah terjadi kelalaian dan pengabaian yang menyebabkan terdakwa, kini terpidana kasus korupsi dana desa Karyajaya ini melarikan diri.

Melalui media ini kami sekaligus mendorong dan mendesak agar Pengadilan Negeri segera menetapkan status DPO (Daftar Pencarian Orang) bagi terpidana yang melarikan diri ini. Ade menambahkan lagi, "karena majelis hakim sudah membacakan dan mengetuk palu vonis 6 tahun penjara bagi ES.

Mudah-mudahan Buronan kasus korupsi dana desa ini dapat segera tertangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatan merugikan keuangan negara," pungkasnya.

Alam,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar