• Selasa, 30 November 2021

Warga Leuwigoong Garut Otin, Histeris Mengetahui Saldonya Ada Yang Membobol

Warga Leuwigoong Garut Otin, Histeris Mengetahui Saldonya Ada Yang Membobol Otin, warga Desa Sindangsari Kec. Leuwigoong Kab. Garut (Pemilik kartu BPNT)

Garut,TarungNews.com - Banyak terjadi kasus pembobolan saldo KPM BPNT. Kartu KPM BPNT yang bersifat pribadi yang mana kerahasiaan kode operasinya harus terjaga. Namun dengan berbagai dalih yang disampaikan oleh oknum walhasil banyak kartu yang dipegang oleh pihak diluar KPM

Hal tersebut diduga menjadi modus operandi pembobolan saldo kartu KPM BPNT. Seperti yang terjadi baru-baru ini di kecamatan Leuwigoong Kabupaten Garut, tepatnya di Desa Sindangsari. Otin (50) warga Kampung Lamping, Desa Sindangsari, Kecamatan Leuwigoong yang juga salah satu penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) harus menelan pil pahit saat mengetahui saldo dari Kementrian Sosial (Kemensos) melalui Bank Mandiri sudah ada yang membobol, ada pihak yang melakukan penggesekan diluar sepengetahuannya.

Hal itu diketahui Otin setelah melakukan konsultasi ke pihak Bank Mandiri Kecamatan Limbangan. Iahisteris dan menangis. "Teganya hak masyarakat kecil ada yang nyuri," kata Otin.

"Saat ditanyakan, saldo selama 2 bulan sudah ada yang mencairkan oleh orang lain. Terangna saatos dongkap ka Bank (diketahui setelah mendatangi Bank)," ujar Otin, Jum'at (7/5) kemarin.

Dikatakan Otin, baru sekarang dia memegang kartu program Sembako, sebelumnya kartu tersebut kerap dipegang oleh pihak RW. Termasuk selama satu minggu kartu dipegang oleh agen Rina.

"Sebelumnya kartu dipegang oleh RW, dan selama satu minggu juga dipegang oleh pihak Agen," ucapnya.

Selain Otin, ada empat warga lainnya yang senasib, kartunya tidak ada saldo. Ironisnya lagi bantuan Presiden RI Joko Widodo yang penyalurannya melalui Kemensos ini sampai kebawah tidak tepat waktu.

"Saya meminta kepada Pak Presiden dan Kemensos, tolong kami rakyat kecil yang tidak punya dan sangat membutuhkan bantuan itu. Saya yakin kalau dari pemerintah bantuan tersebut sampai, tetapi dibawah terjadi seperti ini," kata Otin meminta.

Otin mengaku, sangat membutuhkan  bantuan BPNT ini, terlebih saat ini menjelang Hari Raya Idul Fitri. Bantuan tersebut bisa menyambung hidup dan bisa menikmati daging dan beras," ungkapnya.

"Beras saja tidak punya, bantuan ada yang ngambil orang. Tolong Pak Presiden," pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Ade Hendarsah, saat dikonfimasi melalui ponselnya sedang tidak aktif.

Alam,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar