• Kamis, 5 Agustus 2021

Usai Presiden Jokowi Telepon Kapolri, 49 Pelaku Pungli dan Premanisme di Kawasan Tj Priok Ditangkap

Usai Presiden Jokowi Telepon Kapolri, 49 Pelaku Pungli dan Premanisme di Kawasan Tj Priok Ditangkap Kabid Humas Polda Metro Jaya dalam jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (11/6/2021). istimewa

Jakarta,TarungNews.com - Setelah mendengarkan pengaduan para sopir truk kontainer di kawasan Tanjung Priok terkait maraknya aksi premanisme dan pungutan liar kepada Presiden Jokowi dan selanjutnya Presiden Jokowi menelepon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan meminta Kapolri cepat menyelesaikan masalah tersebut dan berjanji akan terus mengawal permasalahan ini hingga selesai.

Polisi bergerak dengan cepat menangkap para pelaku pungutan liar (pungli) di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, total hingga saat ini ada 49 orang yang diamankan.

"Yang kami amankan ada 49 orang dengan peran masing-masing dengan kelompok dan pos masing-masing diamankan. Dari ruang lingkup Polres Jakarta Utara mengamankan 42 orang dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok 7 orang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya dalam jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (11/6/2021).

Yusri juga menjelaskan para pelaku pungli ini tersebar di beberapa titik atau dikenal dengan pos yang berada di sepanjang jalan menuju pelabuhan. Mereka masing-masing meminta uang kepada para sopir truk kontainer yang lewat.

"Saya ambil contoh ada lima pos ya. Di pos 1, Fortune saja di pintu masuk security harus bayar Rp 2.000. Kemudian pos 2 masuk, biayanya masuk lagi Rp 2.000. Masuk ke pos 3, itu harus bayar Rp 2.000-5.000. Ini saya ambil kecilnya karena kalau siang itu beda dengan malam. Pengawasan siang lebih ketat," ujar Yusri.

"Pengawasan bayar min Rp 5.000, terakhir keluar dipo harus bayar lagi Rp 2.000. Jadi total di Fortune ini sekitar Rp 15 ribu. Satu hari bisa 300 kendaraan kontainer lo. Coba dikalikan. Sekitar Rp 6 juta yang dikeluarkan oleh sopir-sopir. Kemudian perusahaan DKM, ada 4 pos. Total semua per 1 kontainer ada Rp 11 ribu. Sehari bisa Rp 350-500 ribu untuk kendaraan per 1 kontainer, belum lagi preman-preman yang di luar itu. Sengaja buat macet, kemudian ketok kaca, minta uang," lanjutnya.

Yusri mengatakan pihaknya sudah membentuk tim untuk mengusut para pelaku pungli. Dia menyebut tidak tertutup kemungkinan para pelaku ini ada kerja sama dengan para karyawan di pelabuhan.

"Saya katakan ini baru di permukaan, perintah Pak Kapolda Metro Jaya bentuk tim kemarin usai adanya 1 keluhan sopir truk. Kami amankan pelaku-pelaku ini. Karena minta Pak Kapolda bentuk tim, susul. Kita ungkap semua. Makanya tim ini bergerak dan kami lakukan rapat koordinasi karena ini rata-rata karyawan. Kita akan rapat dengan stakeholder terkait, apa yang jadi pokok masalah di sini kenapa terjadi macet," pungkasnya

Dar,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar