• Sabtu, 16 Oktober 2021

Jou Biden Janjikan Jaga Kebebasan Pers AS

Jou Biden Janjikan Jaga Kebebasan Pers AS Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, langsung bekerja di Gedung Putih tidak lama setelah pelantikan. (AP/Evan Vucci)

TarungNews.com - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, berjanji akan mengutamakan keterbukaan dan tidak mengekang kebebasan pers, seperti yang dilakukan pendahulunya, Donald Trump.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki, menyatakan pemerintahan Biden akan berusaha menyampaikan kebenaran dan mengembalikan transparansi atas kinerja pemerintah Amerika Serikat.

Hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers perdana pada Rabu (20/1), tujuh jam setelah pelantikan Biden.

Psaki menuturkan kepada wartawan bahwa ia sangat menghormati peran pers yang bebas dan independen dalam demokrasi AS.

Dilansir Reuters, pernyataan itu tentu berlawanan dengan sikap mantan Presiden Donald Trump dan para stafnya yang kerap menuduh media menyebarkan "berita palsu".

"Akan ada saat-saat di mana kami tidak setuju, dan pasti akan ada hari-hari di mana kami tidak setuju untuk bagian-bagian yang luas dari taklimat. Namun, kami memiliki tujuan yang sama, yaitu berbagi informasi yang akurat dengan rakyat Amerika," ujarnya.

Dia menambahkan Biden berencana "mengembalikan transparansi dan kebenaran kepada pemerintah untuk menyampaikan kebenaran, bahkan ketika itu sulit diterima".

Lebih lanjut, Psaki berharap dapat mengadakan taklimat harian di Gedung Putih pada hari kerja dan mempersilakan waktu kepada pejabat kesehatan untuk menjelaskan upaya pengendalian pandemi Covid-19.

Sementara itu, selama upacara pelantikan pejabat federal dan staf secara virtual pada Rabu (20/1) di Gedung Putih, Biden menekankan pentingnya layanan publik dan rasa hormat.

"Jika Anda pernah bekerja dengan saya dan saya mendengar Anda memperlakukan rekan kerja lain dengan tidak hormat, dengan merendahkan seseorang, saya akan langsung memecat Anda," kata Biden memperingatkan.

Trump sempat berseteru dengan sejumlah awak media dalam jumpa pers, terutama ketika para wartawan melontarkan pertanyaan tajam terkait sejumlah kebijakan pemerintah.

Bahkan Trump pernah meminta supaya jurnalis CNN dilarang mengikuti jumpa pers di Gedung Putih, dan menuduh membuat berita palsu. (ans/ayp)

Sumber : CNN Indonesia

Re,tarungnews.com

 

Bagikan melalui:

Komentar