• Sabtu, 16 Oktober 2021

KBRI Susun Rencana Evakuasi WNI Jika Afghanistan Memburuk

KBRI Susun Rencana Evakuasi WNI Jika Afghanistan Memburuk Ilustrasi situasi di Afghanistan. (AP/Mohammad Asif Khan)

TarungNews.com - Kementerian Luar Negeri RI telah menyusun rencana evakuasi warga negara Indonesia (WNI), termasuk para diplomat kedutaan besar di Kabul, jika situasi di Afghanistan terus memburuk akibat peningkatan serangan Taliban.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kemlu RI, Judha Nugraha, mengatakan pihaknya sudah menyusun rencana kontijensi yang memuat langkah-langkah pengamanan WNI di Afghanistan.

"Termasuk jika diperlukan, dapat dilakukan evakuasi," kata Judha melalui pernyataan singkat kepada wartawan pada Jumat (13/8).

Judha menyatakan bahwaKBRI di Kabul terus menjalin komunikasi dengan total enam WNI yang saat ini berada di Afghanistan. Kondisi mereka saat ini, kataJudha, sehat dan aman.

Ia mengatakan enam WNI di Afghanistan itu terdiri dari dua WNI yang bekerja di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dua ekspatriat, dan dua lainnya menikah dengan warga Afghanistan.

"KBRI terus memonitor kondisi keamanan terakhir," ucap Judha.

Sejak pasukan AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menarik pasukan dari Afghanistan per Mei lalu, Taliban kembali menggempur pasukan pemerintah negara itu untuk kembali berkuasa.

Sejauh ini, sebagaimana dilansir CNN, Taliban berhasil menduduki 12 ibu kota provinsi dan sejumlah kota lainnya di Afghanistan.

Dalam beberapa hari terakhir, Taliban terus fokus bertarung merebut kota-kota di utara Afghanistan.Daerah itu dianggap penting karena merupakan pilar pertahanan untuk Ibu Kota Afghanistan, Kabul.

Sementara itu, pemerintah Afghanistan saat ini masih mengendalikan kota-kota utama, seperti Ibu Kota Kabul, Mazar-i-Sharif, dan Jalalabad dekat perbatasan Pakistan.

Seiring dengan situasi yang semakin tak kondusif, sejumlah negara seperti AS, Inggris, dan Kanada telah menarik duta besar dan staf kedutaannya untuk pulang dari Afghanistan.

Kanada akan mengirimkan pasukan khusus untuk mengevakuasi staf kedutaan besar mereka di Kabul akibat serangan Taliban yang terus meningkat.

Beberapa jam sebelum kabar Kanada ini, Inggris juga mengumumkan pengiriman sekitar 600 tentara ke Afghanistan untuk membantu evakuasi warganya. Amerika Serikat juga mengirimkan 3.000 tentara untuk mengevakuasi staf kedutaan mereka di Kabul.

Sumber: CNN Indonesia

Dar,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar