Sabtu, 26 September 2020 | 21:31 WIB



Lingkungan

Aktifis Sosial Peduli Lingkungan Dukung Bersyarat Pembangunan Jalan Baru Cilawu-Banjarwangi

Sabtu, 29 Februari 2020 | 15:11 WIB - by Alam,tarungnews.com - 924 pembaca

Garut,TarungNews.com - Pembangunan jalan baru poros tengah Cilawu-Banjarwangi menjadi tumpuan utama penopang perekonomian dan akses sumber daya lainnya terutama yang berada didua kecamatan Kabuoaten Garut.

Yaitu Kecamatan Cilawu dan Kecamatan Banjarwangi. Sudah sejak lama warga masyarakat di dua wilayah ini membutuhkan akses jalan penghubung yang layak dimana sebelumnya hanya berupa jalan terobosan setapak tanah merah yang lincin dan banyak belukar.

Potensi hasil hutan dan ladang menjadi komoditas utama warga, namun komoditas yang potensial ini belum ditunjang sarana-prasarana infrastruktur jalan yang memadai bagi aktifitas perekonomian sehingga harga jual produksi warga masih sempit terhadap terhadap biaya operasional yang serba mahal dan transportasi masih menggunakan jasa ojeg.

Hal tersebut dikemukan oleh beberapa Pegiat sosial yang peduli terhadap lingkungan yang berhasil dihubungi Tim tarungnews Garut pada Jum'at (28/02).

Andri, Ketua LSM BERGERAK DPC Kabupaten Garut menyebutkan, terjadi simpang-siur antara publikasi yang beredar secara online dengan kondisi sebenarnya yang ada dilapangan terkait pembangunan jalan baru poros tengah Cilawu-Banjarwangi.

Seperti hal yang disebutkan, diantaranya banyak warga masyarakat yang menolak jalannya pembangunan ini, juga seputar lokasi dan situasi sekitar pembangunan, pada pemberitaan disebutkan kalau jalan baru Cilawu - Banjarwangi ini berlokasi di Gunung Cikuray, di lokasi terdapat satwa langka yang sengaja dilestarikan dan adanya sumber mata air yang akan tertimbun oleh pembangunan jalan ini dan kabarnya banyak warga yang menolak pembangunan ini. ungkap Andri di sebuah Cafe di Garut Kota.

Andre sangat menyayangkan hal tersebut terjadi. Setelah kami bersama rekan melakukan cross cek ke lapangan dan berinteriksa langsung dengan warga setempat ternyata berita yang terima banyak juga yang tidak sesuai dengan kondisi dan situasi yang sebenarnya. Warga masyarakat disana sangat antusjas, menyambut gembira dan mendukung langsung untuk berjalannya pembangunan tersebut, ada yang tidak mempermasalahkan lahanya dan menghjbahkan tanah miliknya untuk pengadaan lahan jalan, swadaya hotong royong dan memberikan makan - ngopi secara sukarela dan bergulir untuk para pekerja yang sedang membangun jalan.

Adanya satwa yang disebutkan sengaja dilindungi disana juga tidak tampak di lokasi, satwa seperti Merak hijau, Lutung, oa dan Macan Tutul tidak kelihatan dimana adanya dilokasi itu.

Begitupun mengenai lokasi. Pembangunan jalan baru ini berlokasi di Gunung Kulun dan jauh adanya dengan Gunung Cikuray sebagaimana yang banyak dijadikan judul pemberitaan online.

Oleh karena itu kami mewakili warga masyarakat disana meminta agar pembangunan tidak terkendala oleh issue yang tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya sekaligus meminta agar pembangunan bisa tetap berjalan sebagaimana mestinya," tegas Andri mewakili kehendak mayoritas masyarakat Desa Sukamurni kemarin sore (28/02).

Sementara itu Tubagus "Tebe" Santika, seorang aktifis lingkungan hidup yang kebetulan pernah melakukan kajian disekitar Gunung Cikuray dan Gunung Kulun yang juga pernah terlibat langsung didalam pemberdayaan potensi alam disana seperti objek wisata air terjun yang kini dikelola oleh BUMDesa.

Ia menyebutkan, kalau memang pembangunan ini bisa menjadi akses perekonomian dan yang lainnya yang bersifat sebagai aksesi pembangunan yang berdampak luas bagi tumbuhnya pembangunan yang dibutuhkan bagi kemajuan daerah dan masyarakatnya kenapa harus tidak setuju apalagi menghambatnya," jawab Tebe.

Menilai dan menimbang dampak positifnya seperti itu ya saya setuju, tapi sebagai pihak yang berkecimpung di lingkungan hidup sebagai pegiat yang memperhatikan lingkungan kami bersama kawan-kawan menawarkan syarat yang harus dipenuhi sebelum pembangunan dilaksanakan, diantaranya peningkatan kualitas dan kafasitas potensi yang menjadi tumpuan masyarakat banyak, itu pun kalau memang ada potensi yang dimaksud yang terganggu secara langsung oleh pembangunan, berikutnya diadakan lokasi untuk penangkaran satwa langka dan tumbuhan langka yang memang patut dilestarikan, sehingga dengan begitu terdapat peningkatan fungsj dan kafasitas yang ada, yang mungkin sebelumnya belum tersentuh sama sekali dan dengan begitu sudah menjadi imkoreksi dan inovasi bagi pembangunan wilayah, dari tidak ada menjadi ada bahkan dengan adanya akses dan fasilitas tersebut kawasan bisa menjadi objek wisata buatan dan objek wisata alam yang memang banyak terdapat di sepanjang bakal jalan ini.

Terkait hal-hal yang bersifat prinsipil itu bukan ranah kami baik sebagai warga maupun sebagai pegiat lingkungan. Hal-hal prinsipil silahkan urus antara instansi yang menjadi para pihak terkait kepentingan pembangunan ini," pungkas Tebe saat dihubungi Jum'at malam melalui telepon seluler.

Warga Cilawu-Banjarwangi Gusar

Warga masyarakat Cilawu resah dan gusar mendapat kabar pembangunan akan dihentikan dan beko angkut ditarik kembali dari lokasi.

Informasi yang berhasil kami terima hari ini, Sabtu (29/02) masyarakat Kecamatan Cilawu dan Kecamatan Banjarwangi akan mendatangi Pemerintah Daerah (PEMDA) dan kantor PT. PERUM PERHUTANI Cabang Garut apabila pembangunan jalan ini dihentikan.

Alam,tarungnews.com