Sabtu, 31 Oktober 2020 | 17:04 WIB



Nasional

Oknum Jaksa Pinangki Jalani Sidang Perdana

Minggu, 27 September 2020 | 16:12 WIB - by Dar,tarungnews.com - 504 pembaca

Jakarta,TarungNews.com – Kasus skandal korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali atas nama terpidana Djoko Tjandra yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat di masyarakat, karena kasus ini telah melibatkan beberapa petinggi Polri dan Kejagung.

Sebut saja jaksa Pinangki Sirna Malasari yang telah menjadi terdakwa dan sedang menjalani sidang perdananya, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (23/9). Terdakwa Pinangki Sirna Malasari datang kepersidangan pukul 10.00 WIB., ia mengenakan baju gamis dan kerudung merah muda untuk menjalani sidang perdananya.

Sidang perdana kasus suap dan gratifikasi dengan terdakwa Pinangki Sirna Malasari, di buka langsung oleh Hakim Ketua lg Eko Purwanto dan persidangan terbuka untuk umum.

Dalam pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung telah mendakwa Pinangki Sirna Malasari dengan pasal berlapis.

Pinangki didakwa telah menerima uang sebesar 500.000 dollar dari Djoko Tjandra, menurut JPU, Pinangki telah menerima pemberian 500.000 dollar yang merupakan fee dari jumlah 1 juta dollar yang dijanjikan Djoko Tjandra.

Uang tersebut digunakan untuk membantu pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) melalui Kejagung agar pidana penjara dua tahun yang dijatuhkan ke Djoko Tjandra tidak dapat dieksekusi.

Fatwa itu menjadi upaya Djoko Tjandra agar tidak dieksekusi dalam kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali sehingga ia dapat kembali ke Indonesia tanpa menjalani vonis dua tahun penjara.

Dipersidangan terungkap pengurusan fatwa MA itu diketahui dibuat dalam sebuah proposal yang diberi nama Action Plan. Pembayaran dilakukan oleh Djoko Tjandra melalui adik iparnya, Herriyadi Angga Kusuma sebesar 500.000 dollar atau senilai Rp7 miliar di Jakarta. Uang itu diterima langsung oleh Andi Irfan Jaya.

Mengacu pada surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU)

Dari uang tersebut, Pinangki diduga mengalihkan hartanya di antaranya untuk membeli mobil mewah BMW tipe X5 dan membayar sewa apartemen seharga Rp75 juta.

Atas perbuatannya terdakwa Pinangki Sirna Malasari, telah di kenakan pasal berlapis antara lain. Terdakwa telah melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan di jerat pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

Terdakwa Pinangki Sirna Malasari, didakwa telah melakukan pemufakatan jahat bersama tersangka lain (Djoko Tjandra dan Andi Irfan Jaya) yang telah menjanjikan sesuatu kepada penyelenggara negara agar memuluskan fatwa di MA. Dengan ini, Pinangki dijerat Pasal 15 jo Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Tipikor subsider Pasal 15 jo Pasal 13 UU Tipikor.

Dar,tarungnews.com