• Selasa, 30 November 2021

Walikota Cimahi Ajay M,Priatna Jadi Tersangka Kasus Suap RS Kasih Bunda

Walikota Cimahi Ajay M,Priatna Jadi Tersangka Kasus Suap RS Kasih Bunda Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna dan Komisaris RSU Kasih Bunda Hutama Yonathan, menjadi tersangka suap terkait izin pengembangan Rumah Sakit Kasih Bunda Cimahi. KPK menduga dia menerima Rp 3,2 miliar dari pemilik RS, Hutama Yonathan untuk memuluskan pengurusan izin proyek tersebut. Photo Istimewa

Jakarta,TarungNews.com – Setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Walikota Cimahi Ajay Mhammad Priatna berikut 11 orang lainya langsung di amankan dan dibawa ke kantor KPK di Jakarta, dengan barang bukti uang Rp 425 juta.

Setelah 1X24 jam akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menetapkan Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna menjadi tersangka suap terkait izin pengembangan Rumah Sakit Kasih Bunda Cimahi. KPK menduga dia menerima Rp 3,2 miliar dari pemilik RS, Hutama Yonathan untuk memuluskan pengurusan izin proyek tersebut.

Dalam konferensi pers yang lansung di hadiri oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri, mengatakan “KPK menerima informasi dari masyarakat tentang adanya dugaan akan terjadinya tindak pidana korupsi yang dilaksanakan oleh Penyelenggara Negara yaitu saudara Ajat melalui orang kepercayaannya dan melibatkan pihak swasta yaitu YH (Hutama)," kata Firli.

Lanjut Firli,  penyerahan uang itu akan dilakukan oleh Cynthia Gunawan selaku perwakilan RSU Kasih Bunda kepada Yanti Rahmayanti selaku orang kepercayaan Ajay. Uang tersebut akan diserahkan di sebuah rumah makan di Bandung pada Jumat (27/11/2020) sekitar pukul 10.00 WIB.

 Selanjutnya, Cynthia menemui Yanti dengan membawa tas plastik yang diduga berisi uang tunai dan menyerahkannya kepada Yanti. "Setelah itu sekitar pukul 10.40 WIB Tim KPK mengamankan CG (Cynthia) dan YR (Yanti)," jelas Firli.

Total ada sebelas orang yang ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan tersebut yaitu Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna; ajudan Ajay, Farid; orang kepercayaan Ajay, Yanti; sopir Yanti, Endi; pihak swasta bernama Dominikus Djoni.

Kemudian, Direktur RSU KB Nuningsih; staf RSU KB Cynthia Gunawan; Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Cimahi Hella Hairani; Kepala Seksi di Dinas PTSP Cimahi Aa Rustam; dan sopir Cynthia, Kamaludin. Sebanyak 11 orang tersebut kemudian dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Dari hasil tangkap tangan ini ditemukan uang sejumlah Rp 425 juta dan dokumen keuangan dari pihak Rumah Sakit KB," kata Firli.

Walikota Cimahi Ajay Muhammad Priatna, diduga meminta uang Rp 3,2 miliar atau 10 persen dari nilai proyek yaitu Rp 32 miliar.

Sejak 6 Mei 2020, KPK menduga Ajay sudah menerima 5 kali penerimaan senilai Rp 1,661 miliar. Pada 27 November 2020, Ajay kembali menerima Rp 425 juta. Pada saat penerimaan inilah KPK melakukan OTT terhadap Ajay.

Setelah melakukan pemeriksaan, KPK pun menetapkan dua tersangka yakni Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna dan Komisaris RSU Kasih Bunda Hutama Yonathan.

Atas perbuatannya, Ajay disangka melanggar Pasal Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan atau Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan, Hutama disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dar,tarungnews.com

 

Bagikan melalui:

Komentar