• Selasa, 30 November 2021

Bupati KBB Nonaktif Aa Umbara Sutisna Divonis 5 Tahun Penjara, Andri Wibawa dan Totoh Gunawan Dibebaskan Hakim

Bupati KBB Nonaktif Aa Umbara Sutisna Divonis 5 Tahun Penjara, Andri Wibawa dan Totoh Gunawan Dibebaskan Hakim Vonis dibacakan majelis hakim yang dipimpin Surachmat dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Kamis (4/11/2021). Istimewa

Bandung,TarungNews.com - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung menjatuhkan Hukuman pidana penjara selama 5 (lima) tahun kepada terdakwa mantan Bupati KBB Aa Umbara Sutisna yang dinilai terbukti melakukan korupsi dalam pengadaan barang berupa Bantuan Sosial (bansos) Covid-19 tahun 2020.

Vonis dibacakan majelis hakim yang dipimpin Surachmat dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Kamis (4/11/2021).

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Aa Umbara Sutisna dengan pidana penjara selama lima tahun dan denda Rp 250 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti kurungan selama enam bulan," ucap hakim saat membacakan amar putusannya.

Aa Umbara dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi sesuai dengan Pasal 12 huruf i dan Pasal 12 huruf B UU Tipikor Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHPidana.

Selain hukuman badan, Aa Umbara juga diberikan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti atas apa yang diterimanya selama melakukan korupsi. Total pembayaran uang pengganti senilai Rp 2,7 miliar.

Putusan terhadap Aa Umbara ini lebih rendah ketimbang tuntutan jaksa KPK. Sebelumnya, Aa Umbara dituntut jaksa KPK dengan hukuman 7 tahun penjara.

Seperti diketahui, Aa Umbara disidang atas kasus korupsi pengadaan barang bansos COVID-19. Selain Aa Umbara, anaknya Andri Wibawa dan seorang pengusaha M Totoh Gunawan juga terlibat.

Majelis hakim membebaskan terdakwa korupsi pengadaan barang bantuan sosial (bansos) COVID-19 Bandung Barat Andri Wibawa. Anak dari Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara itu dinilai hakim tak memenuhi unsur tindak pidana.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Andri Wibawa tersebut di atas tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana didakwakan dalam dakwaan tunggal," ucap hakim saat membacakan amar putusannya.

"Membebaskan terdakwa oleh karena itu dari dakwaan penuntut umum," kata hakim menambahkan.

Dalam pertimbangannya itu, Andri dinilai hakim tak memenuhi unsur yang didakwakan jaksa KPK. Berdasarkan dakwaan, Andri disebut terlibat dalam pusaran korupsi dengan dakwaan Pasal 12 huruf i UU Tipikor Jo Pasal 55 KUHPidana.

"Memerintahkan terdakwa dibebaskan dari tahanan segera setelah putusan ini diucapkan. Berikan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabatnya," kata hakim.

Usai mengetuk palu, hakim lalu membacakan lagi putusan yang diucapkan. Menurut hakim, para pihak dapat mengajukan upaya hukum lain berupa kasasi.

"Demikian terhadap putusan bebas ini upaya hukumnya kasasi apabila dianggap tidak sesuai, melakukan upaya hukum," ucap hakim.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung turut membebaskan M Totoh Gunawan dari perkara korupsi. Totoh dinilai hakim tak terbukti terlibat dalam perkara pengadaan barang bantuan sosial (bansos) COVID-19.

"Mengadili, menyatakan terdakwa M Totoh Gunawan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana didakwakan dalam dakwaan tunggal," ucap hakim saat membacakan amar putusannya.

Atas putusan tersebut, hakim meminta agar M Totoh Gunawan segera dibebaskan. M Totoh Gunawan sendiri saat ini mendekam di Rutan Bandung.

"Membebaskan terdakwa dari seluruh dakwaan jaksa penuntut umum. Memerintahkan terdakwa dibebaskan segera setelah putusan ini diucapkan," tegas hakim.

Red,tarungnews.com

 

Bagikan melalui:

Komentar