Minggu, 22 September 2019 | 00:11 WIB



Nasional

KPK OTT Direktur Keuangan Angkasa Pura II, Terkait Pekerjaan Proyek Baggage Handling System

Jumat, 2 Agustus 2019 | 02:19 WIB - by Dar,tarungnews.com - 122 pembaca

Jakarta,TarungNews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lakukan operasi tangkap tangan (OTT), terhadap Direktur Keuangan PT.Angkasa Pura II. Andra Y Agussalam, yang di duga telah terima uang suap proyek Baggage Handling System, sebesar 96.700 dollar Singapura dari stap PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT Inti) bernama Taswin Nur.

Pada konferensi pers yang di gelar KPK, Kamis (1/8/2019) Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menjelaskan, bahwa uang suap diberikan kepada Andra Y Agussalam berkaitan dengan proyek pengadaan Baggage Handling System di enam Bandar udara yang pengerjaanya di kerjakan oleh PT Inti, kata Basaria.

Menurut keterangan Basaria, PT Angkasa Pura Propertindo, awalnya ingin menggelar lelang proyek pengadaan BHS tersebut.

Tapi, Andra Y Agussalam justru mengarahkan PT Angkasa Pura Propertindo untuk melakukan penjajakan dan menunjuk langsung PT Inti. Lebih jauh Basaria mengatakan, Andra Y Agussalam juga mengarahkan negosiasi antara PT Angkasa Pura Propertindo dan PT Inti, untuk meningkatkan uang muka dari 15 persen menjadi 20 persen. Uang muka tersebut di tingkatkan karena adanya kendala cashflow di PT Inti, kata Basaria. Uang muka itu di butuhkan untuk modal awal pengerjaan proyek oleh PT Inti. Andra Y Agussalam juga mengerahkan Wisnu Raharjo, Direktur Utama PT Angkasa Pura Propertindo, agar mempercepat penandatanganan kontrak anata PT APP dengan PT Inti, tegas Basaria.

Menurut Basaria, uang 96.700 dollar Singapura itu diserahkan kepada Andra Y Agussalam, sebagai imbalan karena telah mengawal proyek BHS untuk di kerjakan oleh PT Inti. Andra Y Agussalam dan Taswin Nur sekarang telah di tetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap ini.

Andra Y Agussalam, telah melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan, Taswin Nur sebagai pemberi telah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Dar,tarungnews.com