Sabtu, 23 November 2019 | 07:10 WIB



Nasional

Ruang Kerja Dirkeu PT AP II Digeledah KPK

Selasa, 6 Agustus 2019 | 00:47 WIB - by Dar,tarungnews.com - 147 pembaca

Jakarta,TarungNews.com – Tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruangan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II, Andra Y Agussalam setelah di tetapkan sebagai tersangka (1/8/2019). Sejumlah dokumen penting di sita dari ruangan tersebut, dokumen yang di sita diduga berkaitan dengan proyek pengadaan Baggage Handling System (BHS).

“ Pada Jumat malam hingga Saptu dini hari telah di lakukan penggeledahan diruang Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Y Agussalam, kata juru bicara KPK, Febri Diansyah Senin (5/8/2019).

Penetapan menjadi tersangka hingga dilakukan penahanan yang di lakukan oleh KPK, terhadap Andra berkaitan dengan proyek pengadaan Baggage Handling System di enam Bandar udara yang pengerjaanya di kerjakan oleh PT Inti.

PT Angkasa Pura Propertindo, awalnya ingin menggelar lelang proyek pengadaan BHS tersebut. Tapi, Andra Y Agussalam justru mengarahkan PT Angkasa Pura Propertindo untuk melakukan penjajakan dan menunjuk langsung PT Inti. Andra Y Agussalam juga mengarahkan negosiasi antara PT Angkasa Pura Propertindo dan PT Inti, untuk meningkatkan uang muka dari 15 persen menjadi 20 persen. Uang muka tersebut di tingkatkan karena adanya kendala cashflow di PT Inti.

Uang muka itu di butuhkan untuk modal awal pengerjaan proyek oleh PT Inti. Andra Y Agussalam juga mengerahkan Wisnu Raharjo, Direktur Utama PT Angkasa Pura Propertindo, agar mempercepat penandatanganan kontrak antara PT APP dengan PT Inti. Uang 96.700 dollar Singapura itu diserahkan kepada Andra Y Agussalam, sebagai imbalan karena telah mengawal proyek BHS untuk di kerjakan oleh PT Inti. Andra Y Agussalam dan Taswin Nur sekarang telah di tetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap ini.

Andra Y Agussalam, telah melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan, Taswin Nur sebagai pemberi telah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Dar,tarungnews.com