Senin, 21 Oktober 2019 | 04:46 WIB



Nasional

Mantan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan Kembali Dipanggil KPK

Jumat, 20 September 2019 | 23:56 WIB - by Dar,tarungnews.com - 101 pembaca

Jakarta,TarungNews.com – Setelah pemanggilan mantan wagub jabar, Deddy Mizwar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang di periksa sebagai saksi terkait kasus suap mega proyek Meikarta pada Hari Jumat (23/8/2019). Deddy Mizwar di periksa KPK untuk tersangka Iwa Karniwa, Sekretaris Daerah Pemdaprov Jabar.

Hari ini giliran mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) kembali di panggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jumat (20/9/2019). Ahmad Heryawan akan di mintai keterangan sebagai saksi, dari tersangka Sekda Jabar nonaktif, Iwa Karniwa.

“yang bersangkutan mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, akan di periksa untuk tersangka Iwa Karniwa” kata juru bicara KPK Febri Diansyah.

Seperti diketahui dalam kasus suap Meikarta ini, KPK menetapkan Iwa Karniwa sebagai tersangka kasus suap pengurusan izin Meikarta, dalam hal ini Iwa berperan untuk memuluskan pengurusan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten Bekasi (RDTR). RDTR sendiri penting untuk membangun proyek Meikarta.

Raperda RDTR Kabupaten Bekasi itu disetujui oleh DPRD Bekasi dan dikirim ke Provinsi Jawa Barat untuk dilakukan pembahasan.

Namun, pembahasan Raperda tingkat provinsi itu mandek. Raperda itu tidak segera dibahas oleh BKPRD, sedangkan dokumen pendukung sudah diberikan.

Untuk mengurus RDTR itu, Iwa diduga menerima uang senilai Rp900 juta dari mantan Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi Nurlaili.

Uang dari Neneng itu sampai ke tangan Iwa melalui sejumlah perantara seperti legislator Kabupaten Bekasi Soleman dan Anggota DPRD Jawa Barat Waras Waras Wasisto.

Atas perbuatan tersebut Iwa Karniwa, disangkakan melanggar pasal Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dar,tarungnews.com