Rabu, 20 Januari 2021 | 03:40 WIB



Pendidikan

Lapuk Dimakan Usia Atap Bangunan Ruang Guru SDN Babakan Loa 2 Garut Akhirnya Ambruk

Rabu, 16 Desember 2020 | 23:02 WIB - by Alam,tarungnews.com - 358 pembaca

Kabupaten Garut,TarungNews.com - Ruang guru SDN Babakan Loa 2 Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut roboh pada Selasa (15/12) dini hari. Atap ruang guru tersebut ambruk dilanda hujan deras yang mengguyur Pangatikan sejak Senin (14/12) sore, tempo hari.

Menurut sumber, salah seorang guru di sekolah tersebut menyebutkan, "atap ruang guru tersebut ambruk setelah dilanda hujan deras. Tanda-tanda atap akan ambruk sudah terlihat sejak beberapa bulan lalu.

Masih kata sumber yang sama,, "informasi dari warga setempat kejadian atap ambruk terjadi tadi subuh. Ia melanjutkan, "Saya dan Ibu Kepsek (Kepala Sekolah ...red) juga tidak tahu kronologisnya. Tapi bagian atap kondisinya memang sudah lapuk.

Dari pantauan pasca insiden tersebut, semua bagian atap ruang guru itu ambruk dengan genteng ruangan yang turut hancur berkeping-keping, serta kayu di bagian bekas atap terlihat sudah lapuk dimakan usia.

Ruang guru ini berada ditengah area sekolah. Dari pintu masuk sekolah, ruang guru ini berada persis dibagian depan. Sejak terdapat kerusakan yang mengancam keselamatan, pihak sekolah memutuskan agar para guru pindah ruangan.

"Sudah kelihatan, memang atapnya mau rusak. Jadi dipindahkan sejak tiga bulan lalu," katanya.

SDN Babakan Loa 2 awalnya terdiri dari dua sekolah. Yakni SDN Babakan Loa 1 dan Babakan Loa 2. Sejak bulan Juli 2020, kedua sekolah tersebut digabungkan menjadi SDN Babakan Loa 2 Kecamatan Pangatikan.

"Ruang kelas sudah ada yang direhab. Kalau untuk ruang guru memang sudah puluhan tahun belum direhab," ucapnya.

Koordinator wilayah (Koorwil) Pangatikan, K. Kusnadi, mengatakan usai penggabungan sekolah, pihaknya sudah mengajukan untuk merobohkan dua lokal di SDN Babakan Loa 2 yang terdiri dari satu ruang guru dan satu ruang kelas.

"Soalnya dua ruangan ini ada di tengah sekolah. Agustus dan September kami ajukan untuk dibongkar biar halaman lebih luas," kata Kusnadi.

Namun hingga kini, izin pengajuan pembongkaran belum turun, padahal atap di ruang guru sudah terlihat akan ambruk.

"Oleh karena kondisinya seperti itu maka saya minta untuk guru-guru pindah ruangan ke sebelah. Sebelum ambruk, plafon ruangan juga sudah kelihatan rusak," ucapnya menjelaskan.

Jika dua ruangan itu dibongkar, masih mencukupi kebutuhan ruangan bagi para siswa yang berjumlah 225. Ada sembilan lokal yang tersedia di sekolah tersebut.

"Setelah ada kejadian ini, saya berharap izin untuk pembongkaran bisa dipercepat. Jadi saat nanti tatap muka, halaman sekolah sudah lebih luas," harapnya.

Alam,tarungnews.com