• Minggu, 5 Desember 2021

Tahun Ajaran Baru Juli 2021, Didik Jabar Siap Laksanakan Sekolah Tatap Muka

Tahun Ajaran Baru Juli 2021, Didik Jabar Siap Laksanakan Sekolah Tatap Muka Kadisdik Jabar Dedi Supandi pada konferensi pers di Teras Radjiman Gedung Disdik Jabar Jalan Dr.Radjiman No 6 Kota Bandung Rabu (10/3/2021). DOK

Bandung,TarungNews.com – Diperkirakan pada bulan Juli 2021, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sudah siap melakukan pembelajaran tatap muka, hal tersebut di lakukan setelah memberikan vaksinasi Covid-19 kepada tenaga pendidik dan guru.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi, dalam keterangannya menyatakan telah mengajukan 66.385 dosis vaksin dan alokasi vaksin tersebut diprioritaskan untuk non-ASN pendidik, tenaga pendidik, termasuk satpam sekolah, dan ASN guru.

Kita berharap vaksinasi bisa segera dilakukan menjelang persiapan sekolah tatap muka yang akan dimulai pada tahun ajaran baru bulan Juli 2021, dan telah di usulkan total vaksin dari disdik jabar sebanyak 66.385 dosis vaksin, tegas Dedi Supandi pada konferensi pers di Teras Radjiman Gedung Disdik Jabar Jalan Dr.Radjiman No 6 Kota Bandung Rabu (10/3/2021).

Lebih jauh Dedi Supandi menjelaskan vaksinasi akan di mulai pada minggu ke tiga pada bulan Maret, bagi tenaga pendidik dan guru diharapkan bisa selesai pada bulan Juli 2021, sehingga pada tahun ajaran baru saat belajar tatap muka di mulai tenaga pendidik dan guru sudah divaksinasi, papar Dedi.

Bebarapa daerah telah melaksanakan vaksinasi bagi tenaga pendidik dan guru, seperti daerah Bekasi, Bogor serta Depok, dan Dedi pun meminta meminta agar Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) mengirimkan daftar usulan guru dan tenaga pendidik yang akan divaksinasi kepada dinas kesehatan setempat.

Selain membahas tentang pembelajaran tatap muka yang akan di gelar pada bulan Juli 2021, disdik jabar berencana menambah formasi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Jabar. Sebanyak 28.059 formasi guru PPPK akan diusulkan untuk tahun ini.

Dalam penjelasanya Kadisdik Jabar Dedi Supandi mengatakan, di Jawa Barat saat ini membutuhkan guru PPPK. Secara Nasional pada Tahun 2022 akan kekurangan guru PNS, dan pemerintah pusat telah menargetkan 1 juta guru, di luar guru PNS yang masih mengajar, ujar Dedi.

Dari jumlah 28.059 tersebut, sebanyak 21.760 telah terakomodasi. Dengan rincian, 10.127 guru SMA, 10.887 guru SMK, dan 766 guru SLB. Sedangkan 6.299 sisanya masih belum terakomodasi sebab masih ada ketidaksinkronan data antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Disdik Jabar di beberapa mata pelajaran (mapel) kata Dedi.

Guru yang bisa mengikuti seleksi PPPK ini terdiri dari guru honorer (termasuk guru honorer kategori 2), guru non-PNS yang sudah disertifikasi, guru non-PNS yang belum disertifikasi tapi telah terdaftar di Dapodik pada akhir Desember 2019 serta lulusan pendidikan profesi guru yang saat ini tidak mengajar, paparnya.

Ada lima perbedaan antara seleksi PPPK tahun 2021 dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya, formasi guru PPPK terbatas. Yaitu, setiap pendaftar hanya diberi kesempatan ujian seleksi satu kali per tahun; tidak ada materi persiapan untuk pendaftar; anggaran gaji disiapkan oleh pemerintah daerah; dan biaya penyelenggaraan ditanggung pemerintah daerah, pungkas Dedi Supandi.

rjs,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar