• Selasa, 30 November 2021

Disdik Kabupaten Bogor Gelar PTM Terbatas Diikuti 170 Sekolah Tingkat SD-SMA

Disdik Kabupaten Bogor Gelar PTM Terbatas Diikuti 170 Sekolah Tingkat SD-SMA lustrasi (Foto : Antara)

Bogor,tarungNews.com – 170 sekolah di Kabupaten Bogor mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA), uji coba proses KBM tatap muka terhadap 170 sekolah di Kabupaten Bogor digelar selama satu bukan, terhitung mulai 15 Maret-10 April 2021.

Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Nomor 421/85-Disdik tentang penetapan satuan pendidikan jenjang SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/SMK/MA percontohan/model yang diizinkan untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Bogor tahun ajaran 2020 – 2021.

Total terdapat 170 sekolah yang diizinkan menggelar pembelajaran tatap muka terbatas. Rinciannya, 29 SD, 24 MI, 28 SMP, 18 MTS, 7 MA, 32 SMA, 32 SMK.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor Atis Taryana, mengatakan jika dalam perjalanan ada salahsatu siswa atau pendidik di salah satu sekolah yang terpapar COVID-19, maka secara otomatis proses PTM di sekolah tersebut dihentikan.

Ujicoba PTM digelar setelah menyikapi SKB menteri tentang pembelajaran dan hasil kesepakatan dengan dengan Satgas COVID-19 serta cabang dinas dan Kemenag, pada intinya dimungkinkan asal ada izin dari pemerintah daerah. Atas dasar itu kami pada bulan Januari melakukan pertemuan dengan Satgas Covid, juga dari cabang dinas dan Kemenag dan diputuskan untuk diadakan uji coba kepada satuan pendidikan yg ada di Kabupaten Bogor, tegas Atis.

Sekolah-sekolah yang menggelar ujicoba PTM hari ini, merupakan sekolah-sekolah yang lolos verifikasi dan memenuhi persyaratan menggelar PTM.

Pada intinya, yang penting ada 4 hal yang perlu diperhatikan untuk melakukan PTM. Pertama, kesiapan dari satuan pendidikan tsb untuk melakukan PTM ini. Kedua, kesiapan sapras untuk mendukung prokes. Ketiga izin dari orangtua, juga dari komite sekolah. Keempat, izin dari pemda, papar Atis

Kita semua berharap PTM ini tidak menambah penyebaran COVID-19, sehingga diperlukan pengawasan ketat oleh pihak sekolah ketika siswa berada di sekolah, dan pengawasan ketat orangtua terhadap anaknya ketika di luar sekolah, ujarnya.

Pemberian izin PTM ini sudah mempertimbangkan sejumlah faktor antara lain, tingkat penyebaran covid-19, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan satuan pendidikan sesuai dengan daftar periksa, akses sumber belajar/ kemudahan belajar dari rumah, kondisi psikologis peserta didik, kondisi geografis daerah.

rjs,tarungnews.com

 

 

 

Bagikan melalui:

Komentar