• Minggu, 5 Desember 2021

Pengembangan dan Pelatihan Bisnis Kurikulum Ekonomi Digital Dari Shopee Indonesia Akan di Ikuti 26 Ribu Siswa SMK

Pengembangan dan Pelatihan Bisnis Kurikulum Ekonomi Digital Dari Shopee Indonesia Akan di Ikuti 26 Ribu Siswa SMK Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil menyaksikan penandatanganan kerja sama di kampus UMKM Shopee, Jalan BKR, Kota Bandung, Selasa (23/11/2021). Menandatangani perjanjian kerja sama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi dan Direktur Eksekutif Shopee Indonesia Christin Djuarto. (Humas Jabar)

Bandung,TarungNews.com - Sebanyak 26 ribu siswa SMK di Jawa Barat akan belajar bisnis menggunakan kurikulum ekonomi digital guna bisa bersaing dan diserap industri kekinian.

Siswa yang menjadi target pelatihan tersebar di  27 kabupaten/kota dan akan mulai dilatih pada 2022. Kurikulum ekonomi digital dikembangkan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat bersama perusahaan e-commerce Shopee.

Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil menyaksikan penandatanganan kerja sama di kampus UMKM Shopee, Jalan BKR, Kota Bandung, Selasa (23/11/2021). Menandatangani perjanjian kerja sama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi dan Direktur Eksekutif Shopee Indonesia Christin Djuarto. 

Gubernur mengatakan, penerapan kurikulum shopee di SMK merupakan respons cepat Pemda Provinsi Jabar mengantisipasi era industri 4.0 dan disrupsi pandemi Covid-19. Penyiapan SDM yang bisa beradaptasi dengan keadaan menjadi penting.

"206 SMK akan menggunakan kurikulum shopee, ini komitmen kongkret bahwa Jabar siap dalam ekonomi digital," ucapnya.

Menurut Gubernur, lulusan SMK kurikulum shopee ini akan langsung diserap berbagai  perusahaan e-commerce terutama Shopee. Siswa juga akan diberikan jalan  menjadi pengusaha lokal mandiri yang memahami tren ekonomi digital.

"Lulusannya diserap langsung oleh perusahaan e-commerce atau menjadi pengusaha karena sudah punya bekal," katanya.

Gubernur menyatakan, saat ini tingkat pengangguran terbuka di Jabar masih didominasi lulusan SMK. Hal tersebut disebabkan kurikulum yang tidak sesuai dengan pasar yang kini sudah bergeser. Padahal di era industri 4.0 saat ini akan hadir 100 juta lapangan pekerjaan baru.

"Market sudah bergeser tapi kurikulum kita masih merespons wajah lama ekonomi," ujarnya.

"Ke depan ada kurikulum lain yang sedang disiapkan bekerja sama dengan perusahaan, misalnya kurikulum hyundai, samsung dan teknologi lainnya. Sehingga lulusan SMK Jabar semua terserap oleh industri 4.0," tambahnya.

Menurut Kadisdik Jabar Dedi Supandi, program ini selaras dengan program Sekolah Pencetak Wirausaha yang sudah diluncurkan pada Juni 2021. Saat ini, sudah ada ribuan usaha siswa SMK yang terdata. Ia menaksir, sebanyak 50.000 usaha siswa SMK terdata pada Desember 2021.

"Hasil produk mereka nanti ujung-ujungnya akan sampai ke penjualan, bahkan ekspornya melalui  Shopee juga. Dua program ini adalah bagian dari memperkuat SMK sebagai sekolah pusat keunggulan," paparnya.

Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif Shopee Indonesia Christin Djuarto menuturkan, target siswa SMK Jabar yang akan mendapatkan pelatihan bisnis digital adalah 26 ribu orang. Tak hanya bagi siswa, 406 guru SMK juga akan mendapatkan pelatihan yang sama.

"Pelatihan ini untuk 406 guru dan 26 ribu murid SMK mulai Januari 2022," ujarnya.

Materinya antara lain, produk kreatif kewirausahaan, pengembangan komunikasi manajemen logistik, bisnis digital, dan praktik di lapangan.

 "Semoga bisa membantu pertumbuhan ekonomi Jabar,” imbu Christin.

Selain kerja sama pelatihan dan pengembangan bisnis digital, Pemda Provinsi Jawa Barat juga menerima 100 unit kendaraan vaksinasi COVID-19 dari Shopee.

Mobil vaksin tersebut akan dipakai Dinas Kesehatan Jabar untuk mempercepat target 37 juta warga Jabar divaksin hingga akhir Desember 2021. Mobil vaksinasi keliling akan menjangkau warga tinggal di daerah terpencil atau sulit akses.

rjs,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar