• Rabu, 14 April 2021

Kemenkumham RI Tolak KLB Partai Demokrat. DPC Garut: Demokrasi Indonesia Selamat

Kemenkumham RI Tolak KLB Partai Demokrat. DPC Garut: Demokrasi Indonesia Selamat Drs. Ahmad Bajuri, SE., MM Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Garut. DOK

Garut,TarungNews.com - Polemik internal elite politik Partai Demokrat (PD) yang sempat kisruh dengan adanya gerakan sepihak dari beberapa gelintir oknum senior PD yang secara ambisiusnya dan emosional berhasil menyeret keterlibatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal (Purn) Moeldoko.

Mereka melaksanakan KLB (Kongres Luar Biasa) secara inkonstitusional dan tidak beretika ditengah kondusifitas Partai Demokrat didalam menjalankan roda partai dan perjuangan membantu kepentingan rakyat. Kita menanggapi hal tersebut ibarat dageulan di masa pandemi ini, dan publik pun mampu menilai mana yang rasional dan mana yang irasional karena sajian yang kita anggap dagelan tersebut tersaji dalam wahana publik," ungkap salah seorang tokoh senior Partai berlambang mercedes, Drs. Ahmad Bajuri, SE., MM

Ahmad Bajuri yang juga ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Garut menyampaikan, "pada hari ini tanggal 31 Maret 2021 kemelut tersebut telah usai seiring pengumuman keputusan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia yang diumumkan langsung oleh Menkumham (Yasona Laoly ...red) yang mana kami menilai itu sebagai suatu keputusan yang on the track, berpijak pada aturan Perundang-undangan.

Dengan mengusung KSP, seluruh tim KLB yang sebelumnya begitu optimis dan beranggapan pemerintah akan berada dipihaknya, mereka sampai melupakan etika dan aturan main KLB serta Perundang-undangan yang berlaku," ujar perintis Partai Demokrat Di Garut ini.

Ia melanjutkan, kami menilai upaya yang ditempuh kawan-kawan yang tempo hari menggelar KLB itu sudah tidak substantif dan tidak lebih hanya mengganggu stabilitas nasional. Banyak elit tokoh yang terbawa arus perbedaan persepsi yang mana itu tergantung pada arah kepentingannya masing-masing sementara juta jiwa rakyat Indonesia menontonnya.

Masih kata Bajuri, keyakinan dari para penggagas KLB dengan membawa KSP tersebut tidak membuahkan hasil. Mereka inginkan adanya campur tangan pemerintah pada komplik Demokrat dibawah pimpinan AHY (Agus Harimurti Yudhoyono). Mereka tidak menyadari bahwa seluruh kader struktural betul-betul solid mendukung AHY dan tidak tergiur tawaran manis para senior penggagas KLB serta jaminan akan sahnya hasil KLB yang dimaksud.

Menanggapi pertanyaan tim tarungnews.com pada Rabu (31/3) terkait kejadian KLB Deli Serdang tersebut Bajuri menjawab, "dengan ditolaknya hasil KLB oleh Kemenkum-ham, ini memperlihatkan kekurangmatangan mereka dalam memahami aturan organisasi dan Perundang-undangan. KSP telah dikorbankan oleh para oknum sebagai senior di Demokrat yang menjanjikan secara menjamin bahwa kader akan ikut gagasan mereka terkait manuver KLB PD di Deli Serdang itu.

Hikmah dari GPKPD ini rakyat dapat lebih memahami kebenaran dan rasionalisasi para senior yang benar-benar menjadi pendiri partai yang sukses membentuk soliditas internal Demokrat. Masih kata Bajuri, selain itu kami pun berharap rakyat dapat menilai ini merupakan objektifitas dari pemerintah sebagai penyelengara pemerintahan yang berkeadilan.

Rangkaian kejadian ini akan menjadi catatan sejarah tersendiri baik bagi Partai Demokrat maupun demokrasi di Indonesia. Demokrat Solid AHY, Demokrasi Selamat!" pungkas Bajuri.

Alam,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar