• Selasa, 15 Juni 2021

Porang Naik Daun Bak Primadona. Susno Duadji: Tanaman Porang Bagai Pendatang Baru Bumi Nusantara

Porang Naik Daun Bak Primadona. Susno Duadji: Tanaman Porang Bagai Pendatang Baru Bumi Nusantara Susno Duadji (PHOTO FB Susno Duadji)

TarungNews.com - "Porang" saat ini sedang naik daun dan seakan-akan tanaman baru atau pendatang baru bak primadona di bumi nusantara. Istilah tersebut cocok disandang tanaman yang memiliki nama latin Amorphophallus Muelleri ini.

Seperti diungkapkan oleh mantan petinggi Polri, Susno Duadji pada Jum'at (28/5) melalui akun FB, "padahal entah sejak kapan Porang ini sudah tumbuh subur di bumi nusantara. Tidak tahu siapa yang membawa, tidak tahu siapa yang menanam dan tidak tahu apa manfaat dan kegunaannya. Yang jelas Porang merata tumbuh di Indonesia dengan berbagai nama. Ada yang menyebutnya Keghubut (Sumsel), Iles-iles (Jawa). Kalau didaerah Garut ada juga menyebut Porang ini dengan nama Sueg (... red), sementara dalam bahasa latinnya disebut Amorphophallus Muelleri.

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri berpangkat Komjen yang kini menggeluti bidang pertanian ini melanjutkan, "di daerah Pagar Alam (Kampung halaman Susno ...*red), Lahat provinsi Sumatera Selatan banyak sekali Porang tumbuh liar di hutan, pinggir aliran sungai. Bahkan di kebun petani porang ini dipandang sebagai tumbuhan hama atau gulma (menjadi musuh tanaman petani).

Tak disangka-sangka saat ini Porang sedang naik daun, berkibar yang awalnya dibabat sekarang malah ditanam, dirawat dan dielus manja karena Porang umbi dan kataknya menghasilkan pulus bagi petani, pedagang, pabrik, industri dan eksportir," ungkap Susno yang juga pernah menjabat Kapolda Jabar dan Wakil Kepala PPATK ini.

Masih kata Susno, "tanaman kopi baru belajar berbuah setelah umur 3 tahun, sedangkan Porang 2 tahun sudah full menghasilkan umbi maupun Katak (untuk bibit).

Menanam porang dilahan seluas Satu hekta are (hektare/Ha) dapat menghasilkan umbi antara 60 S/d 80 ton, belum termasuk Katak. Harga per kilogram (Kg) Rp. 6000 saja. Wah sudah berapa duit yang masuk ke kantong petani. Petani berduit, anak petani punya kwalitas pendidikan baik, rakyat cerdas dan kenyang maka negara akan kuat dan terhormat," paparnya

Apakah menanam Porang itu gampang?. Ia menjelaskan, "Bibit porang dibuang saja dihalaman ya tumbuh. Tidak ditanam pun di tengah yang penuh rerumputan dan tidak dipupuk, tidak dirawat juga bisa tumbuh dan umbinya besar.

Porang bisa juga ditanam bersamaan dengan tanaman kopi, cabe dan tanaman keras lainnya, jangan khawatir. Masih kata Susno, "petani porang jauh lebih menjanjikan dari pada budi daya tanaman lain dan pasarnya pun terbuka luas dengan harga bagus.

Mari generasi milenial pulang ke desa atau merantau ke luar jawa. Tanah luas bisa beli kalau ada uang harga jauh lebih murah dari pada di pulau Jawa, bisa juga sewa, bisa juga bagi hasil. Bertani porang jauh lebih menjanjikan dibanding jadi aparat dan pikiran tenang, badan sehat. bertani jauh dari virus corona, sinar matahari sehat.

Kalau pemuda bangga menjadi petani, Indonesia akan menjadi negara makmur, sejahtera dan disegani dunia. Salam petani Indonesia," pungkas pria kelahiran 1954 jebolan AKABRI angkatan 1977 ini dan meraih gelar akademik SH., M.Sc.

Alam/akun sosmed Susno Duadji

Bagikan melalui:

Komentar