• Kamis, 5 Agustus 2021

Sekjen Pertiwi Jabar Ajak Warga Garut Untuk Melakukan Vaksinasi Covid-19

Sekjen Pertiwi Jabar Ajak Warga Garut Untuk Melakukan Vaksinasi Covid-19 Sekjen Pertiwi Jawa Barat, Hj. Diah Momon. DOK

Garut,TarungNews.com - Sekjen Pertiwi Jawa Barat, Hj. Diah Momon mengajak masyarakat, khususnya di Kabupaten Garut untuk ikut melakukan vaksinasi agar dapat melindungi kekebalan tubuh dari kemunhkinan serangan Covid-19.

Menurut Diah yang juga praktisi hukum dan aktifis di Komnas Perempuan ini tingginya lonjakan kasus Covid-19 yang memicu tingginya angka kematian patut diwaspadai semua masyarakat dengan mematuhi protokol kesehatan dan ikut melakukan vaksinasi di tempat yang sudah disediakan pemerintah.

“Bagi masyarakat, khususnya warga Kabupaten Garut, ayo kita patuhi Prokes, ikut vaksinasi agar  pandemi segera berakhir. Kesehatan terjaga juga aktifitas bisa kembali seperti sedia kala dan ekonomi bisa kembali pulih,” ujarnya.

Pengurus Yayasan Pendidikan Puspita Intan Permata dan Sekolah Tinggi Hukum Garut (STHG) ini juga menuturkan, berdasarkan Perpres No.14 Tahun 2021 pasal 13 A, setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin Covid-19 wajib melakukan vaksinasi.

Sementara yang tidak mengikuti vaksinasi sebagaimana dimaksud pada ayat 2 dapat dikenakan sanksi administratif berupa penundaaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial, penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintah, dan denda.

Menurut perempuan cantik putri kedua dari pasangan H. Momon Gandasasmita, SH (Alm/mantan Bupati Garut) dengan Hj. Itje Momon Gandasasmita, SH., MH yang ikut kampanyekan program vaksinasi agar segera terbentuk Herd Immunity (kekebalan kelompok) sehingga pandemi akan cepat berlalu. Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat ayo dukung program pemerintah agar pandemi segera berakhir. Kesehatan kita terjaga dan kehidupan juga perekonomian segera pulih kembali,"

Mulai tanggal 13 Juli 2021 setiap warga yang memerlukan pelayanan administrasi pemerintah/kependudukan di kelurahan wajib membawa kartu vaksin (sudah di vaksin) dan ditunjukkan kepada petugas.

Sebagai pengganti kartu bukti vaksin bagi warga yang tidak bisa divaksin karena hal kesehatannya tidak memungkinkan, silahkan datang ke Puskesmas dan meminta surat keterangan tidak bisa mengikuti vaksin.

Pentingnya vaksin ini sampai warga yang akan mengambil bantuan sosial apapun wajib membawa kartu vaksin atau surat keterangan tidak bisa divaksin.

Kepada civitas akademica STHG dan AKBID YPSDMI Diah menghimbau mahasiswa untuk turut aktif membantu mengingatkan masyarakat sekitar dilingkungannya untuk taat dan patuh pada aturan PPKM guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Selain itu ia juga menghimbau mahasiswa agar segera mendaftar untuk mendapatkan vaksin.

Alam,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar