• Rabu, 25 Mei 2022

Islam Solusi Hakiki Mencegah Pungli

Islam Solusi Hakiki Mencegah Pungli Praktik pungli sudah mendarah daging dan bukan hal yang baru saja terjadi, namun ini merupakan masalah tahunan yang belum menemukan titik penyelesaian. Pungli sudah menjadi hal yang biasa yang melekat pada masyarakat. (photo ilustrasi)

Oleh : Tawati (Muslimah Revowriter Majalengka)

Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa di antara kalian yang kami tugaskan untuk suatu pekerjaan, lalu ia menyembunyikan dari kami sebatang jarum atau lebih dari itu, maka itu adalah ghulul (belenggu, harta korupsi) yang akan dibawa pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Jawa Barat (Jabar) berhasil menangani 6.500 kasus dalam satu tahun. Kasus pungli terbanyak terjadi di sektor pendidikan. "Paling banyak (kasus) sektor pendidikan," kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil usai mengukuhkan Tim Saber Pungli Jabar di Gedung Sate, Selasa (19/4/2022).

Praktik pungli sudah mendarah daging dan bukan hal yang baru saja terjadi, namun ini merupakan masalah tahunan yang belum menemukan titik penyelesaian. Pungli sudah menjadi hal yang biasa yang melekat pada masyarakat.

Beberapa penyebab mengapa pungli ini masih marak adalah karena gaji yang rendah sehingga kebutuhan tidak tercukupi. Selain itu, penerapan hukuman bagi aparatur yang melakukan pungli juga harus lebih tegas sehingga memberi efek jera.

Pungli merupakan permasalahan sistemik yang harus diselesaikan dari akarnya, yaitu sistem kapitalisme sekuler yang diterapkan saat ini. Sistem yang menjadikan siapa pun tergoda untuk memperkaya diri dengan jalan curang dan hanya ingin meraih keuntungan yang besar.

Sistem kapitalisme sekuler ini mengusung ide yang memisahkan antara agama dan kehidupan, artinya jangan membawa aturan agama dalam kehidupan saat beraktivitas. Sehingga hal ini tak ayal banyak sekali kejahatan atau pun kecurangan yang dilakukan pegawai-pegawai negara tanpa rasa takut dan rasa berdosa.

Padahal, sebagai pelayan rakyat seharusnya menjalankan amanahnya dengan baik dan tidak hanya mementingkan dirinya sendiri. Hal ini sudah jelas bahwa dengan diterapkannya sistem kapitalisme ini adalah sumber dari kecurangan-kecurangan yang ada.

Lalu bagaimana Islam memandang pungli ini? Dalam Islam, praktik pungli sebagai bentuk ghulul yang merupakan harta tidak syar’i karena mengambil harta secara sembunyi-sembunyi atau bisa disebut juga sebagai korupsi. Pungli merupakan tindakan dosa dan sangat dilarang dalam Islam.

Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa di antara kalian yang kami tugaskan untuk suatu pekerjaan, lalu ia menyembunyikan dari kami sebatang jarum atau lebih dari itu, maka itu adalah ghulul (belenggu, harta korupsi) yang akan dibawa pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Islam datang dengan menghadirkan seperangkat aturan yang sangat jelas untuk diterapkan. Dalam hal ini, Islam mampu menyelesaikan permasalahan terkait pungli atau pun korupsi. Aturan-aturan tersebut diantaranya:

Pertama, untuk mencegah ghulul, maka negara harus memberikan penggajian yang layak dan memadai kepada para pegawainya, dengan begitu kebutuhan akan tercukupi. Sehingga tidak akan terpikir untuk melakukan korupsi karena kebutuhannya sudah terpenuhi.

Kedua, negara akan menetapkan syarat adil dan takwa dalam pengangkatan pegawainya sebagai ketentuan selain syarat profesionalitas.

Ketiga, negara akan melakukan perhitungan kekayaan pada pegawainya dihitung sejak awal pegawai itu bekerja. Maka, negara akan tahu jika ada penambahan-penambahan harta yang mencurigakan dan akan dilakukan pemeriksaan dan penindakan.

Keempat, negara akan menetapkan hukuman yang setimpal. Pungli sama dengan korupsi. Hukumannya berupa takzir, mulai dari sanksi sosial, peringatan, perampasan seluruh harta hasil korupsi, pengasingan, kurungan penjara, cambuk hingga hukuman mati.

Pencegahan dan pemberian sanksi tersebut pernah dicontohkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Beliau pernah membuat kebijakan kepada para pejabatnya agar kekayaan mereka dihitung sebelum dan sesudah menjabat. Jika ada selisih maka harta tersebut harus diambil.

Solusi yang ada cukup membuktikan bahwa Islam hadir dengan membawa pengaruh besar bagi seluruh permasalahan umat. Islam merupakan sistem sempurna dan paripurna yang mampu memberikan solusi, salah satunya terkait dengan permasalahan pungli ini.

Inilah sistem hidup yang sempurna dan menyeluruh, yang akan memberikan solusi hakiki bagi seluruh persoalan yang terjadi. Dengan sistem Islam sajalah pelanggaran hukum apa pun akan dapat dicegah dan diselesaikan dengan benar dan adil. Karenanya sudah saatnya sistem ini hadir kembali menaungi umat manusia. Wallahu a'lam bishshawab.

Bagikan melalui:

Komentar