• Minggu, 5 Desember 2021

Hodlif Hun Sineas "Sang Petarung" Bangun Sasana Tinju Berprestasi

Hodlif Hun Sineas "Sang Petarung" Bangun Sasana Tinju Berprestasi Film Sang Petarung yang saat ini masih dalam proses trailer, saya berharap dengan maraknya olahraga tinju yang dilakukan di pusat kebugaran, bisa menjadi penyemangat generasi muda Indonesua kedepan, khusususnya di Sasana Tinju Victory Target BC. DOK

Jakarta,TarungNews.com - Tidak kita pungkiri bahwa Indonesia memiliki prestasi yang cukup gemilang dalam cabang olahraga, khususnya Tinju. Sudah banyak terbukti anak bangsa mencetak prestasi dan mengharumkan nama NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dalam kancah internasional. Mengingat hal tersebut, maka tidak heran bila grand design olahraga nasional ini mulai diupayakan.

Sineas yang juga produser film Sang Petarung, Hodlif Hun menilai, jika awalnya olahraga tinju dianggap sebagai olahraga orang-orang berperangai kasar, saat ini posisinya sudah mulai naik kasta. Banyak sasana tinju kelas atas yang mengadopsi dan mengadaptasikan gerak-gerak tinju sebagai salah satu menu latihan fisik.

“Maka dengan film "Sang Petarung" yang saat ini masih dalam proses trailer, saya berharap dengan maraknya olahraga tinju yang dilakukan di pusat kebugaran, bisa menjadi penyemangat generasi muda Indonesua kedepan, khusususnya di Sasana Tinju Victory Target BC,” ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (16/12).

Menurutnya, olah raga tinju erat kaitannya dengan manfaat besar yang diperoleh. Olahraga ini merupakan cara terbaik untuk memiliki tubuh yang kuat dan memperoleh kepercayaan diri dalam membangun prestasi gemilang.

“Banyak orang melihat hasil positif dari latihan tinju. Mereka dapat membangun tubuhnya lebih kuat, khususnya pada lengan dan kaki. Program ini juga bermanfaat untuk kesehatan mental. Maka film "Sang Petarung" sangat pentingl,” paparnya.

Sedangkan sutradara Roy Wijaya menilai, dalam film "Sang Petarung" banyak manfaat yang dapat dipetik selain cerita haru-birunya prestasi, juga manfaat lain adalah meningkatnya gerakan refleks dalam melatih kecepatan, perlawanan, dan kekuatan serta fleksibilitas dan refleks otot juga meningkat. 

“Dari sisi mental, dengan gerakan-gerakan memukul maupun menendang, membuat pikiran seseorang jadi lebih lega juga membantu seseorang menyingkirkan rasa amarah, kecewa maupun sedih pada akhirnya mereka pun terbebas dari stress,” sambung sineas nasional asal Kota Kembang ini.

Film itu juga menjawab sebuah tantangan olahraga tinju yang hampir tenggelam dan ditingggalkan para sponsor karena di Indonesia belum mempunyai grand design olahraga tinju secara profesional.

Padahal sebenarnya ini sangat penting, terutama untuk menciptakan atlet-atlet (tinju ...red) yang berprestasi.

“Bukan hanya itu saja, grand design olahraga nasional ini dapat membuat langkah atlet-atlet kita dan juga pemangku kepentingan menjadi lebih terukur serta sistematis. Sebab, pada dasarnya untuk menciptakan atlet yang memiliki prestasi gemilang tentu saja membutuhkan proses dan perjalanan panjang,”pungkas sutradara yang juga tengah menggarap film bertajuk issue hukum dan kesehatan melalui judul Fighters For Justice ini.

Alam/Erdy,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar